Headlines News :

Subscribe me

Text

Rekomendasikan ke Teman
Showing posts with label sosbud. Show all posts
Showing posts with label sosbud. Show all posts

Bang Hamdi Sambut Baik Ahok Ingin Jadi Duta Antimiras






4newstimes.com Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyambut DPP Antimiras Nasional yang dipimpin Fahira Idris, bersama Dewan Pakar AntiMiras Muhammad Hamdi, Anggota DPP Antimiras lainnya di Kantornya Balaikota berdialog menyampaikan aspirasi agar Pemda DKI terlibat peduli tentang bahaya miras. 

Selain itu Fahira Idris juga menyampaikan tujuan baiknya berkunjung ke kantor Orang Nomor dua di DKI Jakarta tsb. tidak lain karena kekhawatirannya bahwa banyaknya korban jiwa berjatuhan setiap hari diakibatkan oleh MIRAS serta memohon dukungan Pemda DKI agar menerbitkan perda Antimiras. 

Pemda DKI Jakarta akan mendukung penuh organisasi antimiras ini karena hal ini memang juga jadi PR Pemda DKI Untuk selamatkan warganya dari Bahaya Miras" Ujar pria yang akrab disapa Ahok ini. Beliau juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi Duta miras.

Dewan Pakar Antimiras yang juga seorang Psikolog dan Aktivis Pemerhati Narkoba Muhammad Hamdi menyambut baik Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berkeinginan menjadi duta miras, semoga para kepala daerah di Indonesia juga semua insya allah, mendukung gerakan baik ini untuk selamatkan generasi bangsa dari bahaya miras. Semoga hubungan ini terus bersinergi antara Pemda DKI Jakarta dan Gerakan Antimiras Nasional" Kata Bang Hamdi . (4NT/Bayu/Nr)

Fraksi PKS Terdepan Selamatkan Generasi Bangsa "Dukung RUU Anti Miras"







4newstimes.com Jakarta (9/9) - Masyarakat resah dan prihatin dengan kondisi minuman keras (miras) yang saat ini makin mudah didapat di Indonesia. Masyarakat juga mengeluhkan betapa mudahnya miras didapat di toko-toko, tanpa ditempatkan secara khusus dan tidak memerhatikan apakah pembeli memenuhi syarat untuk membelnya.

Fahira Idris dan 12 orang lainnya yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) menyampaikan kondisi memprihatinkan tersebut kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). GeNAM juga mendesak DPR melalui FPKS agar segera merealisasikan secepat Undang Undang Anti Minuman Keras yang mengatur peredaran dan penjualan miras termasuk menghukum pengedar, distributor dan konsumen di luar aturan yang ditentukan.
Ledia Hanifa Amalia, anggota F-PKS yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, menyatakan bahwa PKS secara tegas mendukung RUU Antimiras. Menurut Ledia, dampak negatif miras jelas merusak bangsa dan menjadi komitmen PKS untuk menyelamatkan anak bangsa dari miras yang bersifat adiktif (menagih) tersebut. "Dampak negatif miras lebih besar daripada keuntungan yang didapat segelintir pengusaha," ujar Ledia.
PKS juga, tutur Ledia, tidak menyetujui investasi pabrik yang akan memproduksi miras, apalagi ada dana kesertaan pemerintah di dalamnya. Ia menyesalkan tidak transparannya investasi yang pada tingkat tertentu ternyata digunakan dengan hal yang terkait miras.(4NT/Bayu)

PT Jasa Marga Tbk Tanam Ribuan Bakau di Bali






4newstimes.com Nusa Dua - PT Jasa Marga Tbk mengumumkan komitmennya melakukan penanaman kembali ribuan bakau di sekitar proyek Jembatan Bali Tol (JBT) sepanjang 12,7 kilometer. 

"Kegiatan pelestarian dan penanaman kembali mangrove (hutan bakau) hingga saat ini sudah mencapai 10 ribu batang bakau," kata Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk, Reynaldi Hermansyah, usai sebelum penanaman kembali mangrove di sekitar JBT Bali, di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kami dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di Pulau Bali.

"Kami menyadari bahwa setiap pembangunan infrastruktur, selalu ada dampak, termasuk kepada lingkungan. Namun, kami tetap berusaha meminimalkan dampaknya," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sejak proyek senilai Rp2,4 triliun tersebut dimulai dan kemudian selesai dalam waktu 12 bulan, aspek ramah lingkungan, sudah dilakukan.

Ia memberikan contoh, sejak konstruksi dimulai menggunakan material tiang pancang pracetak dan ketika menguruk lahan di pantai, memakai "jembatan kerja".

Jembatan kerja ini, kata Reynaldi, menggunakan timbunan kapur (lime stone) sehingga tidak menganggu biota laut.

"Tidak hanya itu, kami juga menggunakan lampu LED yang 60 persen lebih hemat," katanya.

Ia juga menyebut, dalam rangka penghutanan kembali itu, pihaknya menggandeng LPPM Universitas Udayana membangun "nursery" untuk program penelitian, pembibitan, penanaman dan perawatan hutan mangrove itu.

Pada 2012, sekitar 161 ribu pohon sudah ditanam di sekitar area tol dengan anggaran mencapai Rp9,28 miliar atau meningkat 15,8 persen dibanding tahun sebelumnya.(ANTARA)

Gubernur Jabar Kang Aher Kampanye "Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMBM)"






4newstimes.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendeklarasikan Program Kampanye “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMBM)”.

Acara yang dikemas dengan Pagelaran Seni Angklung “Karatagan Sanitasi, Rempug Gawe Pikeun Jawa Barat” itu digelar di Saung Angklung Ujo, Padasuka, Kota Bandung, Kamis (5/9/2013) pagi. Hadir sejumlah kepala daerah atau yang mewakili.
Pada acara itu, selain deklarasi, juga menyerahkan ikon kampanye STBM Jawa Barat, “Kang Hebring”, kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Ikon diserahkan oleh Deviariandy Setiawan Pimpinan Program Air Bersih dan Sanitasi Bank Dunia atau  World Bank Water and Sanitation Program (WSP) sebagai penggagas acara ini bersama Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Deklarasi itu mengawali gerakan menciptakan lingkungan yang sehat, menyediakan sarana pendukung perubahan perilaku yang higienis serta meningkatkan akses sanitasi bagi masyarakat.
“Mari bersama menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Diantaranya jangan buang air sembarangan,” tegas Heryawan.
Lebih lanjut Heryawan menegaskan kampanye STBM akan terus digelorakan untuk memacu masyarakat meningkatkan kualitas dan akses sanitasi. Karena penyediaan akses sanitasi tidak hanya melalui pembangunan fisik semata.
Tetapi juga melalui peran aktif masyarakat dalam memahami dan menjalankan perilaku bersih sehat dalam kesehariannya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati menyatakan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dilakukan dengan Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Air Bersih Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM)
“Selama kurun waktu 5 tahun melalui penerapan program dan strategi STBM terbukti mampu meningkatkan akses sanitasi sebanyak 304.630 jiwa tanpa subsidi di 962 dusun tersebar di 5 kabupaten,” jelas Alma. Selain itu, pihaknya sudah mulai menyusun “roadmap” sanitasi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Sumber: bisnis-jabar

Dinas Sosial DIY Dropping Air Bersih 1000 Tangki Atasi Kekeringan di DIY






4newstimes.com Yogyakarta - Dinas Sosial DIY mengusulkan anggaran dalam ABT (Anggaran Belanja Tambahan) untuk dropping air  bersih yang mengalami kekeringan di wilayah DIY (Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul, Sleman).
"Kami mengusulkan untuk dropping air bersih di 1000 dengan nilai sekitar Rp 175 juta," kata Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukarya di kepada Republika, Kamis (5/9).
Dia berharap anggaran tersebut disetujui oleh DPRD DIY. Menurut Untung, anggaran untuk dropping air per tangki bervariasi, tergantung jaraknya, kalau jarak yang terdekat sekitar Rp 130 ribu per tangki,agak jauh Rp 150 ribu per tangki dan Rp 175 per tangki dan yang paling jauh bisa mencapai Rp 200 per tangki.
"Jadi anggaran Rp 175 juta yang kami usulkan merupakan angka rata-rata," ujarnya.

Dia mengemukakan sampai saat ini masih banyak proporsal yang masuk ke Dinas Sosial DIY untuk permintan untuk dropping air bersih dari kelompok-kelompok. Kebanyakan permintaan dropping air tersebut dari Kabupaten Gunungkidul.

Walaupun dana dari ABT belum turun, kata Untung, tapi Dinas Sosial DIY sudah melakukan dropping air yang disalurkan oleh Tagana (Taruna Siaga Bencana) sejak 20 Agustus.
Sampai saat ini sudah dilakukan dropping air untuk 136 titik (tangki) di 16 kecamatan di Gunungkidul. Namun untuk Kecamatan Playen dan Purwosari tidak ada dropping air karena masih tersedia air bersih.
Dropping air tersebut menggunakan anggaran pengerahan dari dana dekonsentrasi sebesar Rp 300 juta. Dana tersebut diperkirakan untuk 2 ribu tangki se-DIY.
Perinciannya: sebanyak 1000 tangki untuk Kabupaten Gunungkidul, sebanyak 500 tangki untuk kabupaten Kulonprogo dan masing-masing 250 tangki untuk Kabupaten Sleman dan Bantul.(ROL)

Ribuan Masyarakat di Bundaran Hotel Indonesia Dukung Deklarasi Gerakan Anti Miras Nasional


Bang Hamdi (Dewan Pakar GENAM)  & Fahira Idris (Ketua GENAM)


4newstimes.com Jakarta - Ratusan aktivis Gerakan Animiras Nasional membanjiri Bundaran Hotel Indonesia Dalam Rangka "Deklarasi Gerakan Nasional Antimiras Nasional" Minggu (1/9).  Gerakkan ini dihadiri oleh berbgai kalangan baik eksekutif muda, pengusaha, tokoh nasional, pelajar dan mahasiswa serta para orang tua yang sangat prihatin terhadap peningkatan korban kriminal, pemerkosaan, KDRT, tawuran, dan kecelakaan serta pembunuhan yang semakin mengkhawatirkan." Ujar Pria yang akrab disapa Bang hamdi yang merupakan Dewan Pakar Antimiras Nasional

Deklarasi pagi ini menurut Fahira Idris Selaku Ketua Gerakan AntiMiras Nasional mengatakan sangat penting untuk mengajak kepada masyarakat peduli terhadap bahaya miras yang semakin mengancam masyarakat Indonesia dengan mendukung Gerakan Animiras Nasional untuk meminta pemerintah daerah agar mengeluarkan perda miras untuk melarang peredaran miras dan memberantasnya serta mendesak DPR  untuk membuat undang undang tentang miras dan mengajak komponen masyarakat untuk stop penjualan miras . Aksi tersebut juga dilakukan pembubuhan tanda tangan dari warga yang sedang berolahraga pada saat car free day di Bundaran Hotel Indonesia sebagai dukungan atas gerakan Antimiras. (4NT/Gilang)

KemenLH Gelar Simposium dan Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah







4newstimes.com Banjarmasin - Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Kalimantan menggelar simposium dan pelatihan pengelolaan Bank Sampah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Simposium dan pelatihan tersebut bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Banjarmasin, dan dibuka Wakil Wali Kota setempat, Iwan Anshari di Banjarmasin, Senin.

Peserta kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut berasal dari para Lurah se Kota Banjarmasin serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayah Pemerintahan Kota (Pemkot) setempat.

Narasumber dari kegiatan tersebut dari Direktur Bank Sampah Malang Jawa Timur, Rahmat Hidayat dan Kepala Bidang Daur Ulang dan Pemanfaatan Sampah, Antonius Sarjanto.

Dijelaskan oleh nara sumber, Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.

Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama.

Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.

Pelaksanaan Bank Sampah dapat memberikan output nyata bagi masyarakat berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen operasi sampah dan investasi dalam bentuk tabungan.

Tindakan nyata mengelola sampah dengan benar dapat dilakukan mulai dari paling sederhana yaitu mengubah sampah menjadi kompos dan menjual sampah keringnya ke bank sampah dan Kota Banjarmasin telah memiliki 37 bank sampah, demikian wakil wali kota menambahkan.

Tujuan dibangunnya Bank Sampah sebenarnya bukan Bank Sampah itu sendiri, tetapi sebagai strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat "berkawan" dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

Oleh karena itu Bank Sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat, kata Wakil Wali Kota. (ANTARA)

Aqua Gandeng Universitas Warmadewa Mengelola Sampah di Bali







4newstimes.com Tabanan - PT Tirta Investama Tbk selaku produsen Aqua menggandeng Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar mengelola sampah berbasis masyarakat di objek wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Pendampingan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat," kata Anak Agung Rai Sita Lakshmi selaku anggota tim Pengabdian Masyarakat Unwar Denpasar, Sabtu.

Dia menjelaskan hal tersebut saat kunjungan Forum Pemimpin Redaksi ke tempat pengolahan sampah berbasis masyarakat di objek wisata itu.

Latar belakang dibentuknya program pendampingan itu dipicu permasalahan sampah di Pulau Dewata yang tak berkesudahan.

"Permasalahan itu harus dicari solusi supaya tidak mengancam bisnis pariwisata di daerah ini. Kondisi itu juga terlihat di kawasan wisata Tanah Lot," ujarnya.

Sampah di objek wisata tersebut cukup banyak, terutama batok kelapa yang mencapai 1.000 butir per hari. Hal itu dapat diatasi melalui sinergi berbagai pihak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi saja.

Menurut dia, objek wisata Tanah Lot merupakan daya tarik pariwisata yang tidak mungkin diperbaharui sehingga harus dipelihara kelestariannya dan jangan sampai permasalahan sampah mempengaruhi kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

"Kami membentuk tim melalui Yayasan Korpri dan bekerja sama dengan Aqua dalam pengelolaan sampah terutama batok kelapa yang dimanfaatkan menjadi briket atau arang," ucapnya. 

Sementara itu Ketua Forum Pemimpin Redaksi se-Indonesia Wahyu Muryadi mengatakan, saat mendukung bentuk tanggung jawab sosial oleh perusahaan produsen air minum dalam kemasan itu dengan menggelar program pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

"Kami juga bahkan akan menularkan ide yang sangat baik itu kepada masyarakat lainnya di berbagai daerah," ujarnya.

Ketut Toya Adnyana selaku pengelola DTW Tanah Lot mengatakan, jumlah penggola sampah tergabung dalam kelompok Gemah Ripah dengan jumlah mencapai 45 orang yang di antaranya adalah pegawai objek wisata tersebut.

"Sebelumnya kelompok itu sudah melakukan pengelolaan sampah plastik yang lebih mudah diatasi berbeda dengan butir kelapa," katanya.

Pada kesempatan itu sejumlah pemimpin redaksi dari berbagai media, termasuk Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni meninjau tempat pengolahan batok kelapa menjadi briket atau arang di kawasan objek wisata Tanah Lot. (ANTARA)

Deddy Mizwar Dinobatkan Sebagai Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia






4newstimes.com Jakarta - Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia menobatkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai anggota dewan kehormatan organisasi tersebut.

Penobatan itu berlangsung pada acara "halal bi halal" PKBSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jumat petang, melalui pemasangan pin organisasi itu oleh Ketua Umum PKBSI H Rahmat Shah didampingi Sekjen PKBSI Tony Sumampau dan disaksikan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Kehutanan Novianto Bambang W.

Usai penobatan tersebut Wagub Jabar Deddy Mizwar mengaku bahwa perkenalan dan interaksi dengan organisasi yang terkait dengan satwa adalah hal baru baginya.

"Meskipun di keluarga kami, sebenarnya tidak asing dengan satwa karena anak-anak juga berinteraksi dengan satwa kucing dan burung," katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai komitmen Pemprov Jabar dalam hal kesejahteraan satwa, seperti keberadaan kebun binatang maupun taman satwa, ia menjelaskan bahwa dirinya tentu akan mendukung.

Contohnya, kata dia, jika masyarakat di Jabar selama ini mengenal ada Kebun Binatang Bandung dan juga Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Kabupaten Bogor, maka ke depan perlu difasilitasi lagi adanya kebun binatang dan taman satwa lebih banyak.

Ia bahkan menyebut Kabupaten Garut kemungkinan bisa dipersiapkan adanya kebun binatang atau taman satwa sehingga masyarakat dapat mendapatkan hiburan dan edukasi dari keberadaannya.

Sementara itu, Ketua Umum PKBSI H Rahmat Shah menjelaskan bahwa masyarakat perlu mendapatkan informasi dan sosialisasi mengenai peran dan fungsi taman satwa dan kebun binatang secara komprehensif.

Menurut dia, sekurangnya ada empat peran dan fungsi dari taman satwa dan kebun binatang, yakni konservasi, pendidikan, riset/penelitian dan juga rekreasi.(ANTARA)

PEMDA D.I Yogyakarta Bersama UGM Ajak Warga Yogyakarta Melestarikan Budaya






4newstimes.com Yogyakarta  - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta perlu mengeluarkan kebijakan tentang perlindungan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan rakyat, kata Kepala Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Aprinus Salam.

"Kebijakan itu diperlukan karena kebudayaan rakyat yang dimiliki oleh masyarakat kebanyakan dari hari ke hari semakin terpinggirkan dan tidak mendapat perhatian yang memadai," kata Kepala Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (PSK UGM) Aprianus Salam di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, problem itu semakin mengemuka sejak perdebatan "keistimewaan" Yogyakarta digulirkan. Dengan menitikberatkan pada bagaimana kebudayaan dan kesenian tumbuh menjadi garda depan Yogyakarta, kebudayaan rakyat hadir sebagai ironi.

"Kebudayaan rakyat tersingkir, tidak diperhatikan dan dianggap sebagai seni budaya yang ala kadarnya," katanya.

Contohnya, ada sekitar 200 budaya rakyat di Sleman yang dianggap punah dan hampir punah. Beberapa penyebab terjadinya kondisi tersebut antara lain maraknya penggunaan teknologi dan tidak adanya regenerasi pemanfaatan budaya oleh generasi muda.

"Tampaknya semangat setiap zaman itu berbeda-beda. Saat ini generasi muda lebih mengarah ke hal-hal yang berhubungan dengan elektronik sehingga transformasinya terputus," katanya.

Oleh karena itu, kebijakan proteksi kebudayaan rakyat merupakan inisiatif yang ingin didorongkan kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dan DPRD DIY.

"Salah satu inisiatif itu digulirkan melalui Kongres Kebudayaan Rakyat yang diadakan oleh Masyarakat Adat dan Tradisi Mataram bekerja sama dengan Pusat Studi Kebudayaan (PSK) UGM, di Yogyakarta, 31 Agustus 2013," katanya.

Humas Masyarakat Adat dan Tradisi Mataram, Dewanto mengatakan, kongres yang mengangkat tema Problematika Kebudayaan Rakyat di Yogyakarta itu merupakan langkah awal bagi terwujudnya kebijakan perlindungan dan pelestarian kebudayaan rakyat.

Dia berharap kongres itu akan menghasilkan masukan bagi rencana kebijakan kebudayaan rakyat sekaligus menjadi ruang apresiasi.

"Kegiatan itu diharapkan akan menjadi inisiatif pegiat seni budaya yang selama ini berdialektika dengan kebudayaan rakyat, dapat muncul dan memperkaya keistimewaan Yogyakarta," katanya.(ANTARA)

Mahasiswa UI Bersama TNI AD Gotong Royong Bersihkan Sungai Ciliwung







4newstimes.com - 80 mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) bersama dengan Komando Pasukan Khusus TNI AD bergotong royong membersihkan Sungai Ciliwung, Jumat (23/8/13).

Para mahasiswa UI dan Kopasus itu membersihkan Sungai Ciliwung dengan menyusuri sungai tersebut dari Jalan Rraya Akses UI hingga Cijantung, Jakarta Timur.

“Anggota Kopasus yang terlibat sebanyak 30 personil. Kemudian mahasiswa anggota MAPALA UI,  dosen dan pimpinan UI,” kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Farida Haryoko.

Farida mengatakan, dalam upaya membersihkan sungai Ciliwung sepanjang lebih kurang enam kilometer tersebut, sampah yang diangkut berupa sampah anorganik seperti plastik, styrofoam, botol plastik, kaleng dan sejenisnya yang kemudian sampah tersebut akan didaur ulang kembali di pengolahan sampah terpadu.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, Kopassus menyediakan material seperti 11 unit perahu karet, life jacket serta skipper (juru mudi perahu karet) dan petugas keselamatan.

Sedangkan UI menyediakan 4 unit perahu karet berikut dengan skipper, trash bag serta life jacket.
“Mahasiswa baru  UI diharapkan dapat menjadi change agent yang dapat mengajak teman-temannya yang lain untuk secara rutin membersihkan Sungai Ciliwung dan mau menjaga keberlangsungan sungai itu sendiri dengan tidak membuang sampah di sungai,” tandasnya. (Depok news)

Ahok Sebut Bir Bukan MIRAS , Masya Allah






4newstimes.com Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ahok) mengaku tak mempermasalahkan salah satu BUMD DKI memproduksi bir. Menurutnya bir bukan kategori minuman keras.

"Itu kan bukan miras, itu kan bir, tergantung berapa persen alkohol dong. Kalau bir masih oke lah," katanya di Balaikota, Kamis (22/8).
Ahok berpendapat bahwa bir tidak berbahaya karena tidak memabukan. Karena itu, Pemprov DKI belum mengeluarkan larangan terkait hal itu. "Saya kira kalau minum bir enggak salah kok, asal enggak mabok. Masalahnya kan, kalau dicampur spirtus sama air kelapa, ya tewas," kelakarnya.
Salah satu BUMD DKI, PT Delta Jakarta memproduksi minuman beralkohol diantaranya bermerek Anker Bir. Bahkan perusahaan itu merupakan salah satu penyumbang Penghasilan Asli Daerah (PAD) tertinggi sekira Rp75 miliar, di atas PD Pasar Jaya yang hanya menghasilkan Rp25 miliar di tahun 2012 lalu.
Terkait dengan peredaran miras, Ahok juga mengaku belum paham betul di DKI Jakarta sudah ada atau belum. "Tapi kalau Pergub yang tentang miras-miras, itu kan sudah ada kalau enggak salah. Perdanya sudah ada juga kalau enggak salah di DKI, saya lupa itu, mesti dicari lagi. Kalau memang tidak ada ya segera kita buat," katanya.
Sumber: berita8

Ketua Umum DMI Serukan Sholat Ghaib Untuk Mesir






4newstimes.com Jakarta  - Kamis (15/8/2013) melalui akun twitternya Jusuf Kalla @Pak_JK menyatakan :
Selaku Ketua Umum DMI saya meminta seluruh masjid di Indonesia untuk melakukan sholat ghaib dan mendoakan para korban yang telah wafat di Mesir.

Kita juga mendoakan bagi seluruh warga negara Indonesia yang ada di Mesir semoga selalu ada dalam keselamatan dan lindungan Allah SWT.

Kita juga berharap aksi kekerasan terhadap para demonstran yang terjadi di Mesir segera di Akhiri agar korban jiwa dan luka - luka tidak berjatuhan semakin banyak. (4NT/Bayu)

DMI Menerima Bantuan Sembako Dari Bank Bukopin






4newstimes.com Jakarta - Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi (kanan) menyerahkan paket bantuan kepada Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua Umum KH Masdar Faried Masudi (kiri) di Kantor Pusat DMI, Menteng, Jakarta, Senin. Bank Bukopin menyerahkan bantuan paket 1000 sembako kepada kaum duafa melalui Dewan Masjid Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434H. (IFT)

Jumlah Pemudik Di Terminal Kampung Rambutan Mencapai 15.000 Orang





4newstimes.com Jakarta - Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, mencapai 15.000 orang atau 14 kali lipat dari waktu normal dan diperkirakan akan terus bertambah.

"Iya, kurang lebih sudah meningkat 14 sampai 15 kali hingga Sabtu kemarin," kata kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Dwi Basuki, di Jakarta, Minggu.

Dwi mengatakan, keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan pada hari biasa hanya berkisar 1.000 hingga 1.200 orang per hari.

Berdasarkan pantauan Antara, kondisi di Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati oleh orang-orang yang akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri 1434 Hijriyah yang jatuh pada 8 Agustus 2013.

Berdasarkan data di Terminal Kampung Rambutan hingga Minggu sore, sudah ada sebanyak 8.448 orang yang tercatat meninggalkan DKI Jakarta dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan, sementara yang masuk sebanyak 1.381 orang.

Pada Sabtu (3/8) lalu tercatat keberangkatan sebanyak 15.620 orang dan kedatangan sebanyak 1.381 orang, yang mengalami peningkatan hampir 15 kali lipat dari kondisi normal di Terminal Kampung Rambutan.

Sementara keberangkatan pada Jumat (2/8) kemarin tercatat mencapai 5.120 orang dari hari sebelumnya sebanyak 2.015 orang, Sementara pada 31 Juli 2013 lalu, jumlah keberangkatan di Terminal Kampung Rambutan masih berada pada kisaran normal dan tercatat sebanyak 1.205 orang keluar dari Jakarta.

Terminal Kampung Rambutan menyiapkan kurang lebih sebanyak 500 bus AKAP yang siap dioperasikan untuk menghadapi arus mudik kali ini.(ANTARA)

LAPAN Prediksi Idul FItri Serentak






4newstimes.com Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkirakan perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah akan dilangsungkan serentak pada Kamis, 8 Agustus 2013. Sebab, saat itu hilal bisa terlihat di seluruh wilayah Indonesia dengan ketinggiannya hampir mencapai 3,4 derajat.
Deputi Bidang Sains Pengkajian Informasi dan Kedirgantaraan Thomas Djamaluddin mengatakan, hanya saja, perlu dipastikan dengan mengamati hilal tersebut atau dilakukannya rukyat pada Rabu (7/8) petang. Pengamatan hilal akan dilanjutkan dengan sidang itsbat. “Namun, dengan cuaca seperti saat ini, rukyat akan mengalami hambatan. Kalau tidak terlihat, maka akan diputuskan melalui sidang itsbat," ujar Thomas, Ahad (4/8).
Observatorium Bosscha akan melakukan pengamatan hilal pada Rabu (7/8) untuk mengetahui tanggal 1 Syawal 1434 H sekaligus Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Staf Observatorium Bosscha ITB, Evan Irawan, mengatakan tim akan melakukan pengamatan hilal dari enam tempat lainnya di Indonesia.

Tahun ini, kata Evan, pengamatan akan dilakukan di Lembang, Lampung, Bangkalan, Makassar, Mataram, dan Kupang. Hal tersebut merupakan upaya antisipasi apabila cuaca di Lembang mendung atau mengganggu pengamatan yang dilakukan. “Karena perlu banyak sampel,” ujar dia.

Evan mengatakan, hasil pengamatan Tim Bosscha akan disampaikan dalam sidang itsbat. “Apakah hilal terlihat atau tidak terlihat, dari situ keputusan terserah pada sidang itsbat," kata dia.

Pemerintah akan menggelar sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1434/2013 di kantor Kementerian Agama pada Rabu, 7 Agustus 2013. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, sidang itsbat akan dimulai pada pukul 13.30 dengan agenda sidang pra isbat, bukan pada pukul 17.00 seperti biasanya.

Alasannya, kata Menag, sidang itsbat menarik perhatian masyarakat luas, yang selalu mempertanyakan mengapa awal Ramadan dan 1 Syawal selalu berbeda. Selain itu, masyarakat selama ini beranggapan bahwa tanggal 1 Syawal sebenarnya sudah bisa ditetapkan bahkan sampai 100 tahun mendatang. "Ada pertanyaan, apakah ilmu hisab itu sejalan dengan astronomi, apakah rukyat itu sejalan dengan ilmu astronomi, apakah pemerintah itu merupakan ulil amri," ujar Suryadharma.

Pada 2013 terjadi perbedaan awal puasa di Tanah Air. Muhammadiyah memulai puasa pada 9 Juli, sedangkan pemerintah melalui sidang itsbat menetapkan awal puasa pada 10 Juli. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri 1434 Hijriah pada 8 Agustus.(ANTARA)

Jawa Barat Lestarikan Permainan Tradisional Kepada Anak Dengan Lomba





4newstimes.com - Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat kembali menyelenggarakan Kaulinan Urang Lembur (Permainan Tradisional Anak-Anak) "Alimpaido".
 Gelaran ini akan berlangsung pada Sabtu-Minggu (20-21/06/2013) di Open Space Gallery, Linggarjati, Kabupaten Kuningan. Alimpaido tahun ini akan diikuti 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan 5 permainan yang akan dilombakan.
Kepala Disparbud Jawa Barat Nunung Sobari didampingi Kepala Bidang Kepariwisataan Agus Saputra menjelaskan, kegiatan Alimpaido tahun ini merupakan pelaksanaan Alimpaido ke-4.
Tahun ini, Alimpaido bertajuk "Samitaning Kaulinan Barudak, Bisa Mawa Bagja Balarea" yang akan melombakan permainan tradisional yang terdiri dari 10 jenis permainan yaitu Egrang, Kelom Batok, Rorodaan, Engkle/Sondah, Sorodot Gaplok, Perepet Jengkol, Gatrik, Gasing, Bedil Jepret dan Sumpit.
"Jawa Barat kaya dengan berbagai jenis permainan tradisional yang atraktif. Akibat modernisasi, permainan tradisional kini telah tergeser dan hampir punah. Sebagai upaya pelestarian terhadap kearifan lokal, sekaligus pengembangan kepariwisataan Jawa Barat, dilakukan melalui diversifikasi daya tarik penyelenggaraan kegiatan kaulinan urang lembur," ujar Nunung saat ditemui di ruang kerjanya Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, Alimpaido dikemas menjadi salah satu atraksi wisata yang memiliki nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Selain permainan tradisional yang dipertandingkan, akan diselenggarakan juga pameran alat permainan tradisional, workshop permainan tradisional serta bazaar alat permainan tradisional dan makanan tradisional.
Penilaian yang dilakukan juri kepada setiap tim yang bertanding, antara lain peserta terkreatif (kreatif tampilanna), Terunik (unik tampilna), tertangguh (kuatan tapi eleh), terkuat kaera (labuh wae), terbodor (lucu), tersemangat, terberani, terkeren (mantes), terkasih (pikarunyaeun), terhebat (nyungkun), teroptimis (tampilan na siga rek meunang tapi eleh), terfavorit, terbaik (bageur pisan), terheboh, tersportif, tersantun, ter-fairplay, tergesit, terlugu (polos), terajin (tepat waktu bertanding), termuda, dan tertua.(Suara Jabar)

Dahsyatnya Air Bah Wae Ela Hancurkan Ribuan Rumah Warga





4newstimes.com - Jebolnya tanggul bendungan Wae Ela yang terletak di puncak gunung Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/07) kemarin, membuat ribuan warga desa tersebut terus diselimuti suasana sedih.

Saat air bah datang menerjang dengan membawa jutaan kubik bahan material ke desa mereka, kepanikan warga untuk menyelamatkan diri tak terelakan. Warga saat itu berlarian ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga bahkan hanya menyelamatkan diri dengan pakaian yang menempel di badan.
Jumat (26/07), siang ini, sebagian warga yang mengungsi mulai kembali ke rumahnya untuk mencari barang-barang yang tersisa. Kesedihan menyeluti sebagian warga karena di tempat rumah mereka hanya tersisa pondasi saja. Warga mengaku pasrah dan tetap bersyukur bencana tersebut tidak sampai merenggut nyawa, meski rumah yang selama ini dihuni tak lagi nampak dipelupuk mata. “ Kami sudah pasra atas semua cobaan ini, kami sangat mohon uluran tangan pemerintah,” ucap Iksan dengan nada sedih.
Suasana haru juga terlihat antara sesama pengungsi ketika bertemu sanak kelurga mereka ditenda pengungsian. Mereka saling memandang dengan wajah-wajah sedih dengan dibalut cucuran air mata.
Pengungsi warga Desa Negeri Lima yang berjumlah 5.227 jiwa yang kini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan. Warga saat ini membutuh makanan, pakaian dan obat-obatan. (moluken.com)

Inilah Foto-foto Aksi Damai "Ciracas Antimiras" , Ada FPI juga Loh


Peserta Aksi Damai Ciracas Antimiras


4newstimes.com -  Ahad (6/7)   waktu menunjukkan Pukul 07.30 WIB, sekitar 300 peserta Tarhib Ramadhan "Ciracas Anti Miras"  telah berkumpul di Halaman Kantor Kecamatan Ciracas.  Aksi damai "Ciracas Anti Miras" dilakukan untuk menghimbau masyarakat tentang Bahaya Miras dan Hukum Islam yang  mengharamkan miras. 

Namun peserta yang berdatangan terus bertambah, menurut Korlap Aksi Bang Haji Ade, aksi ini pertama kali di Indonesia, dan kita akan membuat sejarah menulis perjuangan kami berdakwah menghimbau serta mensosialisasikan tentang bahaya miras secara damai kepada masyarakat serta menegur para minimarket, dan gerai jamu di kecamatan ciracas yang menjual miras secara bebas. Aksi yang juga dihadiri Tokoh Nasional Dewan Pakar DPP GENAM (Gerakan Anti Miras) Muhammad Hamdi Psi., Kapolsek, Camat Ciracas, MUI Ciracas, Bina Tunas Muda, Jama'ah Tabligh, Majelis Ta'limNurul Habib, Majelis Ratib Ar-Ridho, Bina Amal Sejahtera, Mejelis Ta'lim As-Sirajul Munir, HTI Ciracas, FPI Ciracas, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Ciracas.



Bayu Priyoko Anggota DPP Antimiras



Kapolsek Ciracas, Kompol Sukamda (Berbaju Batik)




Ulama-ulama dan kapolsek serta himbauan pihak minimarket

Muh.Hamdi, Habib Ali, KH. Tardjani, Kapolsek Bpk.Sukamda, KH.Zainal Arifin dlln.


Pihak Minimarket Menurunkann Miras yang dijualnya untuk diserahkan ke kepolisian disaksikan  bersama alim ulama 












Alhamdulillah aksi ini berlangsung damai , himbauan yang kami lakukan mendapat respon. Bahkan pihak minimarket yang menjual miras bersedia untuk tidak menjual miras di kecamatan ciracas, karena kerja sama kapolsek, camat ciracas, dan para ulama MUI serta ulama yang tergabung dalam berbagai ormas melakukan kerja sama dakwah antar ulama dan umaro (pemerintah).





PKS Bagi Takjil Se-Indonesia





4newstimes.com - Jakarta (22/7) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini akan menggelar aksi bagi takjil gratis serentak se Indonesia, hal ini sebagai bentuk cinta PKS yang dikemas dalam tema 'Ramadhan Bulan Cinta".
"Hari ini dengan Cinta, PKS se Indonesia akan melaksanakan Takjil Nasional, pemberian buka pada masyarakat di sekitar," tutur Ketua Bidang Humas DPP PKS, Mardani Ali Sera, Senin (22/7/2013).
Aksi bagi takjil ini merupakan aksi rutin yang dilakukan setiap tahun oleh PKS di seluruh wilayah di Indonesia. Diantaranya seperti yang telah dilakukan oleh DPW PKS Jawa Barat, membuka posko takjil gratis di sekretariat DPW PKS Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, sepanjang bulan Ramadhan.
Program ini disebut juga 'Takjil on the Road' karena sebagian besar ditujukan bagi pengendar dan pengguna jalan raya.
Mardani lebih lanjut menyebutkan angka lebih dari 400ribu kader yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut. "Tak terkecuali pada anggota dewan dan calon anggota legislatif ikut turun membagikan takjil," kata Mardani.
Dengan aksi ini diharapkan masyarakat bisa saling peduli dan sebagai ajang pembersihan diri, "mangajak kader dan umat untuk belajar mencintai sesama, dan sebagai upaya mensucikan jiwa menjadi ruh utama." pungkas Mardani.(pks.or.id)
 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group