Headlines News :

Subscribe me

Text

Rekomendasikan ke Teman
Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

PB HMI Mengecam Penyelenggaraan Miss World 2013






4newstimes.com - Kohati PB HMI mengecam Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Miss World 2013. Pro dan kontra diadakannya Miss World terus bergulir walapun penyelenggara telah mengantongi izin pelaksanaan dari pemerintah.

Ketua Umum KOHATI PBHMI Endah Cahya Immawati Perhelatan akbar yang sejak pertama didirikan bernama “Festival Bikini Contest” banyak mengalami penolakan bahkan di negara asalnya sendiri “Inggris”.
Kemudian pihak media dan penyelenggara merubah namanya menjadi “Miss World” dengan memasukkan konsep 3B (Brain, Beauty, Behaviour) agar tidak menuai protes dari berbagai kalangan. Ada Beberapa alasan mengapa kita harus mengecam diadakan Miss World diselenggarakan
di Indonesia.
Kontes ini adalah bentuk modern dari eksploitasi perempuan. Tanpa sadar perempuan telah direndahkan harkat, martabat dan kemuliaannya. Perempuan hanya dipandang dari segi fisik atau unsur kecantikannya.
” Kita tentu tidak akan menemukan seorang kontestan cacat/tidak menarik fisiknya akan diluluskan dalam ajang Miss World tersebut. Padahal sejatinya Nilai seorang perempuan ditentukan oleh ketakwaan dan seberapa besar perannya untuk kebaikan dan perbaikan masyarakat,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (8/9/13).
Meski ada nilai inner beauty yang dipopulerkan dalam moment tersebut tapi hal ini belum menjadi substansi yang utuh melainkan unsur fisik seakan menjadi main poin dalam ajang ini.
Menurut Endah, kontes ini merupakan ladang bisnis bagi elemen tertentu. Perempuan adalah komoditi yang dijual kecantikan dan kemolekan tubuhnya demi kepentingan ekonomi. Penyelenggara acara, Sponsor Fashion, perusahaan kosmetik dan iklan akan mempertahankan acara ini agar tetap berlangsung demi meraup keuntungan yang besar.
” Alih-alih pelaksanaan Miss World untuk promosi budaya dan wisata, efek yang ditimbulkan setelah itu berupa penyembuhan penyakit sosial akan jauh lebih mahal daripada keuntungan finansial yang didapatkan oleh penyelenggara,” paparnya.
Pemerintah Indonesia harus konsentrasi terhadap berbagaimacam persoalan yang dihadapi, khususnya Perempuan. Dalam berbagai hal, kondisi masyarakat dan perempuan semakin terpuruk.
Lanjut Endah, kemiskinan yang melanda, pengangguran, persoalan buruh migrant di luar
negeri, kekerasan, kematian ibu dan anak karena proses melahirkan, akses kesehatan
yang belum merata, pendidikan yang mencerdaskan bagi semua, korupsi, hutang yang
semakin menumpuk, demokrasi yang setengah hati dll.
“Masih banyak yang menjadi “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan dengan konsisten,
menyeluruh dan menyentuk kepada semua elemen, khususnya masyarakat marginal, bukan
hanya keuntungan material semata,” jelasnya.
Ada banyak cara untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia sejalan
dengan falsafah pancasila dan UUD 1945.
Untuk itulah kami menyerukan kepada segenap masyarakat yang masih peduli kepada kaum
perempuan agar bersatu untuk menolak Miss World di Indonesia.
Demikian juga kami menyampaikan aspirasi kami kepada Menteri Luar Negeri Republik
Indonesia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, wakil rakyat komisi
IX DPR RI, MUI, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional, agar menggagalkan
penyelenggaraan Miss World di Indonesia dan agar bersatu padu dan komitmen membangun
Indonesia secara terintegrasi.
Sumber: beritaparpol

Ratusan Pelajar ROHIS SMPN 9 Gelar Aksi Seminar Kepedulian Rakyat Mesir






4newstimes.com Jakarta - Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah berpesan agar kita jangan melupakan sejarah atau yang dikenal dengan istilah Jas Merah. Dan fakta sejarah yang tidak boleh kita lupa adalah kedaulatan Indonesia tidak lepas dari peran Negara Mesir sebagai Negara pertama yang mengakui Indonesia sebagai Negara yang merdeka. Tanpa pengakuan dari Negara lain, Indonesia belumlah disebut Negara yang merdeka dan berdaulat.

Sebagaimana yang kita ketahui, kondisi Mesir saat ini sedang mengalami konflik perebutan kekuasaan. Dimana Dr. Mursi yang menjadi presiden sah pilihan rakyat, yang dipilih melalui demokrasi mendapat pengkudetaan dari militer Mesir yang dipimpin oleh jendral Asisi. Hal yang paling ironi adalah ketika rakyat Mesir yang tidak mengakui pemerintahan kudeta, dan menginginkan Dr. Mursi kembali menjadi presiden, mendapatkan perlakuan biadab dari militer Mesir. Jutaan orang yang melakukan demonstrasi damai, dilawan dengan tembakan senjata. Dan akhirnya 6000 lebih rakyat mesir berakhir sebagai syuhada.

Sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat Mesir, ratusan pelajar yang tergabung dalam Organisasi ROHIS (Rohani Islam) SMPN SSN 9 Jakarta menggelar acara Seminar Kemanusiaan dan Penggalangan Dana Untuk Rakyat Mesir. “Kegiatan seminar ini termasuk rangkaian acara Open House Rohis dalam rangka menyambut anggota baru, saya rasa ini momentum yang tepat untuk memberikan informasi kepada pengurus dan anggota rohis agar mereka mengetahui kondisi mesir saat ini, dengan harapan timbulnya kepedulian untuk membantu meringankan beban saudara kita di Mesir” Jelas Kang Diki, sebagai Pembimbing Rohis kepada Reporter 4Newstimes.com (30/8/2013)

Bertindak sebagai narasumber seminar, Ust. Syarif.Lc yang pernah menetap di Mesir selama tujuh tahun sebagai mahasiswa Al Azhar Kairo, menjelaskan bahwa rakyat mesir adalah rakyat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. “Kita dapat lihat dalam keseharian mereka, tak sedikit dari rakyat mesir yang membaca Al-Qur’an dalam kondisi apapun, seperti didalam kereta dan tempat keramaian lainnya. Maka tidak heran jika Dr. Mursi yang hafal Al-Qur’an dipilih menjadi presiden, karena rakyatnya sendiri rajin membaca Al-Qur’an dan mereka cinta kepada pemimpin yang hafal Al-Qur’an” Papar Ust. Syarif,Lc.

Selain itu, menurut Ust.Syarif,Lc rakyat mesir adalah saudara kita. Kita bersaudara dalam islam dan islam itu adalah bagaikan satu tubuh yang jika anggota tubuh sakit maka sakitlah seluruh tubuh kita. Maka jelas kita harus peduli dan membantu rakyat mesir yang saat ini sedang mengalami tindakan dzalim oleh militer yang seharusnya melindungi rakyat sipil. “Kita bisa membantunya baik dengan untaian do’a ataupun harta yang kita infaq-kan” Tutur Ust. Syarif,Lc. Dalam kegiatan penggalangan dana, terkumpul donasi infaq sebesar Rp 541.000 yang kemudian akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan.(4NT/Destinasi)

RCTI dan MNC TV Dilaporkan KAMMI Ke KPI Sebagai Media Partner Miss World







4newstimes.com - Dua stasiun televisi milik Hary Tanoesudibjo, RCTI dan MNC TV resmi dilaporkan Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Megapolitan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

KAMMI menuntut RCTI dan MNC TV menghentikan kerjasama dengan penyelenggara Miss World 2013. Dua stasiun televisi milik politisi Partai Hanura ini telah menjadi media partner Miss World 2013.
Saat menyambangi KPI, Senin (02/09), KAMMI menyatakan, sebagai media partner Miss World, RCTI dan MNC TV telah melanggar UU 23 Tahun 2002. RCTI dan MNC TV melanggar UU 32/ 2002 BAB V Pasal 48 Ayat  4, yakni turut menyebarkan materi siaran yang bertentangan dengan rasa hormat terhadap pandangan keagamaan serta perlindungan terhadap anak-anak , remaja dan perempuan.
Tak hanya itu, KAMMI menilai penyelenggaraan Miss World di Indonesia sekaligus menyiarkannya secara massif oleh RCTI sebagai media partner telah menyalahi nilai–nilai agama , dalam hal ini agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.
KAMMI juga meminta KPI untuk memberikan sanksi tegas jika RCTI dan MNC TV tetap bersikukuh menyiarkan ajang Miss World 2013. Jika tuntutan itu tidak ditanggapi, maka persoalan ini akan dibawa ke pengadilan.
Sumber: itoday

MIUMI Gelar Silaturrahim dan Tabligh Akbar di Aceh







4newstimes.com Aceh  -  Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh akan menggelar Silaturahim Tokoh, Tabligh Akbar, dan Seminar Nasional pada 29-31 Agustus 2013.

Kegiatan yang diisi oleh tokoh nasional sekaligus pengurus MIUMI pusat ini digelar dalam rangka pelantikan pengurus MIUMI Aceh. Tabligh Akbar mengangkat tema “Solidaritas Untuk Muslim Mesir dan Suriah.” Sementara seminar nasional akan mengangkat tema “Kupas Tuntas Paham Syiah dan Liberal di Indonesia.”

Silaturahim MIUMI dengan tokoh-tokoh Aceh akan digelar di Aula Kantor Departemen Agama Prov. Aceh pada Kamis 29 Agustus 2013, pukul 20.15-22.30. Tema yang diangkat dalam silaturahim ini adalah “Merekat Umat dan Membangun Bangsa.” Acara silaturahim ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh Aceh yang diundang secara khusus. Tokoh-tokoh ini terdiri dari para alim ulama, imam masjid, penceramah/khatib, ketua ormas-ormas Islam, tokoh pemerintahan dan lainnya.

Ketua MIUMI Aceh Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA mengatakan, “Para tokoh Aceh ini sengaja kami undang untuk bersilaturahim dan berdialog langsung dengan para tokoh nasional sekaligus pengurus MIUMI pusat. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan MIUMI, baik visi dan misinya, peran strategis nya, serta partisipasi MIUMI bersama seluruh pihak dalam kontribusi untuk dakwah dan umat. Melalui silaturahim ini, MIUMI sangat mengharap dukungan para tokoh-tokoh ini dalam melaksanakan tugas dakwah dan mencerdaskan umat.”

Tabligh Akbar akan digelar di Masjid Agung Al-Makmur Lampriek pada Jumat 29 Agustus 2013, ba’da Maghrib, pukul 19.00 hingga selesai. Tabligh Akbar ini akan diisi oleh tiga orang pengurus MIUMI pusat; Ust. H. Bachtiar Nasir, Lc, MM (Sekjend. MIUMI Pusat), Ust. H. Fahmi Salim, Lc, MA. (Wakil Sekjend MIUMI pusat), dan Ust. H. Adnin Armas, MA. (Pengurus MIUMI pusat). Mereka akan menyampaikan kondisi umat Islam di Mesir dan Suriah terkini dan bagaimana seharusnya umat Islam Indonesia, khususnya di Aceh, untuk peduli dan menyikapinya sebagai bentuk solidaritas dan ukhuwah Islamiyah.

Sementara Seminar Nasional akan digelar di Aula Mahkamah Syariah Prov. Aceh pada Sabtu 31 Agustus 2013, pukul 08.00-11.30. Seminar ini akan menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya sesuai dengan tema yang diangkat, “Kupas Tuntas Paham Syiah dan Liberal di Indonesia.” Para narasumber itu adalah, Prof. Dr. Muslim Ibrahim, MA. (wakil ketua MPU Aceh) akan menyampaikan tentang kriteria-kriteria aliran sesat. Kemudian narasumber kedua, Ust. Bachtiar Nasir, Lc. MM akan mengupas tuntas liberalisme di Indonesia. Sementara narasumber ketiga yang merupakan pakar Syiah Indonesia Ust. Fahmi Salim, Lc, MA. akan mengupas tuntas paham Syiah di Indonesia.

“Dalam seminar ini, akan diadakan acara pelantikan pengurus MIUMI Aceh periode 2013-2016. Selain Tabligh Akbar dan seminar nasional, para tokoh nasional itu juga insya Allah akan mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid Banda Aceh,” ujar Ust. Muhammad Yusran Hadi. (MIUMI/DAKWATUNA)

FPI Laporkan 11 Media Ke Dewan Pers Terkait Penyampaian Berita Bohong






4newstimes.com Jakarta - Hari Rabu ini Front Pembela Islam (FPI) akan melayangkan surat pengaduan ke Dewan Pers, sebanyak 8 media televisi dan 3 media cetak yang akan dilaporkan. Media tersebut diantaranya adalah MetroTV, TV One, Trans TV, Trans7, RCTI, ANTV, SCTV, SINDO TV, Kompas, Media Indonesia, dan Warta Kota.
Demikian pesan yang disampaikan ketua FPI Bidang Nahi Munkar Munarman SH, Rabu (21/8/2013), seperti diberitakan Suara Islam Online.
Munarman mengatakan media tersebut dilaporkan karena telah menyebarkan berita bohong tentang FPI dalam peristiwa Lamongan dan Tasikmalaya. Kebohongan tersebut diulang-ulang dan tanpa melakukan cover both side dan bersifat insinuatif untuk menggiring opini publik. Media yang dilaporkan tersebut juga mencampuradukan antara fakta dan opini.
“Kami ingin menguji, apakah prinsip-prinsip yang diagung-agungkan oleh kaum demokrat yaitu independensi pers, pers yang tidak memihak pada salah satu golongan atau kelompok atau posisi ideologis yaitu liberalisme, bisa bersikap adil kepada umat Islam,” ujar Munarman.
“Ini saatnya menguji mereka dengan prinsip dan standar mereka sendiri,” tegas Munarman (Newsfimadani)

FPI Keluarkan Fatwa Mengundang Ustadz Solmed Adalah Haram






4newstimes.com - Sekretaris DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamu’min secara tegas mengharamkan FPI mengundang Ustad Solmed untuk ceramah. Pasalnya, Ustad Solmed diketahui suka memasang tarif untuk ceramah. 
Habib Novel meminta semua anggota FPI se-DKI Jakarta untuk tidak mengundang Ustad Solmed sebelum dia bertobat. Apalagi, menurut Novel, memasang tarif untuk berceramah adalah hal yang haram.
“Haram mengundang Ustad Solmed,” tegas Novel, Selasa (20/8/2013).
Habib Novel menjelaskan bahwa seorang ustad tidak boleh mematok harga untuk ceramah. Berapapun yang diberikan oleh jamaah, para ustad harus tetap ikhlas menerimanya. “Nggak boleh tawar menawar,” jelasnya.
Mengenai pernyataan Ustad Solmed yang menyebut TKI Hongkong adalah komunis, Novel menganggapnya sebagai hal yang sangat keterlaluan. Novel pun menilai hal itu sebagai perilaku orang kafir. “Itu ingkar, kafir,” tegasnya.
Habib Novel juga menuturkan bahwa dirinya dan Ustad Solmed pernah sama-sama tergabung di FPI. Namun karena Ustad Solmed suka memasang tarif ceramah, ia pun “dipecat” dari keanggotaan FPI. Padahal, Ustad Solmed pernah menjabat sebagai Sekjen DPP FPI.
Karena hal itu, Habib Novel pun menyarankan agar Ustad Solmed segera bertobat dan berhenti memasang tarif untuk dakwahnya. Habib Novel meminta Ustad Solmed untuk kembali menjadi ustad biasa yang tidak mengenal tarif dakwah.
Sementara itu, Ustad Solmed sendiri lebih memilih diam saat ditanya mengenai masalah dengan pihak penyelenggara acara dakwah di Hongkong. Suami dari April Jasmine itu mengaku sudah menutup kasus tersebut.
Sumber: ciricarap

Buruh Migran Indonesia (BMI) Trauma Mengundang Ustadz Solmed Karena Matre






4newstimes.com - Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong sudah tidak mau mengundang dan mendengar ceramah Ustadz Soleh Mahmud atau Solmed. Sikap itu dilakukan atas tuduhan Solmed bahwa pimpinan pengajian di Hongkong adalah komunis.
"Baca ustadz: kami tak sudi lagi mendengar ceramah mu apalagi mengundang mu," kata salah satu panitia yang mengundang Solmed di Hongkong, Nuris dalam statusnya di Facebook, Selasa (20/08).
Nuris mengetahui secara persis Solmed yang meminta menaikkan tarif saat akan mengisi ceramah di Hongkong. "Saya salah satu panitia yang mengundang Solmed, jadi tahu benar, dia yang minta tarifnya dinaikkan," papar Nuris.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ustadz Solmed dijadwalkan berdakwah di Lapangan Victoria. Kelompok  jemaah 'Thariqul Jannah' mengaku kecewa saat Solmed secara mendadak menaikkan honor tampil secara sepihak.
Lifah Khalifah, Ketua Thariqul Jannah, mengaku kecewa. Lifah bahkan menyebutkan Solmed sebagai ustadz matre.
Menurut Lifah, kesepakatan semula telah disetujui pihaknya dengan Solmed. Lewat telepon dan SMS, sang ustadz muda menyetujui honor sebesar Rp 6 juta. Selain honor tampil, Solmed juga setuju menerima tiket Jakarta-Hongkong PP untuk kelas ekonomi, penginapan dan konsumsi, serta tambahan dana transportasi lokal.
Namun, melalui manajernya, Rijal, Ustadz Solmed minta tambahan honor. Dari Rp 6 juta, Solmed meminta tambahan honor hingga Rp 10 juta, serta tiket pesawat Jakarta-Hongkong PP untuk dua orang dan satu kamar di hotel berbintang. Solmed tidak mau tinggal di penginapan 'ecek-ecek' yang disediakan TKI.
Sumber: itoday

The Jakmania : Kekejaman Di Mesir Melanggar HAM Internasional, Dan Harus Segera Dihentikan




4newstimes.com Jakarta - Tragedi berdarah di Mesir yang saat ini masih berlangsung terus menuai kecaman dari berbagai kalangan. Tak terkecuali kelompok supporter ibukota Jakarta, Jakmania. Apalagi di antara ribuan orang yang meninggal di Mesir itu ada pemain sepak nasional Mesir yang juga menjadi korban.

Irlan ketua Jakmania Garis Keras bersama para anggotanya turut ikut aksi yang di adakan oleh Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM) yang juga di hadiri berbagai elemen masyarakat lainnya, pada hari Senin (19/08) kemarin, di Bunderan Hotel Indonesia.

Irlan mengkritisi sikap orang-orang Liberal yang diam terhadap pelanggaran HAM yang menimpa warga sipil Mesir.

” Gue ingin membuktikan saja, ketika orang-orang liberal yang mengatakan bahwa hak asasi kemanusiaan itu harus dikedepankan dan diperjuangkan, apa yang mereka omongkan itu semua bull shit. Kenapa ? karena kita bisa melihat sendiri di Mesir ada pembantaian manusia mereka diam saja, bahkan saat orang sedang sujud, baca Qur’an pun di bunuh juga. Mana para pejuang HAM yang selama ini teriak-teriak kemanusiaan? ” Ungkap Irlan penuh geram.

Lebih lanjut pemuda yang identik dengan kacamata hitam ini mengkritik sikap Presiden Indonesia, SBY yang hanya bisa prihatin dan tidak melakukan langkah-langkah nyata guna membantu umat Islam yang menjadi korban kejahatan yang dilakukan junta militer Mesir.
“Catat, ini kritik pedas gue untuk Presiden, SBY itu buta, tuli dan bisu. selama dua periode kepemimpinannya, gue tidak melihat pembelaan SBY untuk Islam, mana pembelaannya untuk Mesir? SBY itu bagian dari konspirasi global dan saat ini gue secara pribadi tidak mengakui lagi SBY sebagai presiden. Gue kecewa berat, walau gue pernah pilih dia.” Ujar Irlan dengan nada tinggi. (Dakwatuna)

Puluhan Ribuan Massa dan Tokoh Nasional Aksi Solidaritas Kemanusiaan Untuk Mesir Membanjiri Bundaran HI







4newstimes.com Jakarta - Selasa siang (19/8), Puluhan ribu massa dari Komite Nasional Untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Hadir dalam demonstrasi di antaranya Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidik, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Ustadz Bachtiar Natsir, penyanyi Opick , artis Oki Setiana Dewi (KCB), artis Kholidi Asadil Alam (KCB), Ayah Gus Oong (Guru Alm. Ust.Jefry Al Buchroy) serta Ormas Seperti PUI (Persatuan Umat Islam), FSPMI (Forum Pekerja Muslim Indonesia), Matlaul Anwar, (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)

Dalam aksinya, mereka Mereka mendesak Pemerintah Indonesia mengambil sikap untuk menekan rezim militer  Mesir agar segera menghentikan aksi kekerasan.
Selain menggelar aksi, massa juga melaksanakan penggalangan dana untuk membantu para korban kekerasan di Mesir. Beberapa orang pendemo tampak mengedarkan kotak amal ke mobil-mobil yang melintasi Bundaran HI.
Hingga pukul 14.30 WIB, aksi solidaritas untuk Mesir ini masih berlangsung. Setelah ini mereka akan melanjutkan aksi ke depan gedung Kedubes Mesir untuk RI di Jalan Teuku Umar, Menteng.
Aksi massa berjalan damai dan tertib. Petugas kepolisian pun nampak berjaga-jaga di sekitar Bundaran HI. Selain mengamankan lokasi demo, mereka juga berkonsentrasi pada kelancaran arus lalu lintas.(4NT/Islampos)

Aksi Kepedulian Ormas Islam dan Mahasiswa Kecam Militer Mesir




4newstimes.com Jakarta - Ribuan Massa yang terdiri dari Mahasiswa Se-Jabodetabek yang tergabung dalam Perkumpulan Muslim Dunia Bagi Penegakan Demokrasi dan HAM (World Islamic Society for Democracy and Humanity/Wisdoms) lalu SEAHUM (South East Asia Humanitarian Commitee) serta Ormas Islam juga hadir seperti dari IKADI , PUI, Meminta dengan tegas kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas terhadap penyelesaian krisis Mesir.

"Kami ingin ada tindakan nyata dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena pernyataan yang tegas dan berani dari Indonesia akan memberikan dampak terhadap penyelesaian masalah di Mesir," kata Arif Aditya, koordinator lapangan aksi unjuk rasa "Selamatkan Mesir, Hentikan Pembunuhan Massal" di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, beberapa negara di Timur Tengah menunggu aksi nyata dari Indonesia yang demokrasinya dianggap berkembang dan menjadi percontohan dunia yang saat itu terjadi pada 1998, kami mengecam tindakan militer mesir yang semena-mena, membunuh rakyat Mesir yang tak berdosa.

"Kapasitas pemerintah Indonesia sangat menentukan penyelesaian persoalan di Mesir dan pada umumnya permasalahan di wilayah Timur Tengah agar bisa mendorong seluruh negara muslim lain membantu menyelesaikan pertikaian," kata Arief.

Para Ormas Islam Serta mahasiswa juga menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Islam Internasional (OKI), serta lembaga swadaya masyarakat yang fokus terhadap Hak Asasi Manusia mengajukan tuntutan hukum kepada pasukan militer di bawah komando Jenderal Al Asisi.

Arif Juga menyatakan bahwa Apabila tuntutan kami diabaikan, kami akan kembali meminta tuntutan kita dengan membawa massa yang akan lebih banyak lagi.Dan 5000 massa yang hadir hari ini adalah bentuk masyarakat indonesia memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan hal yang dilakukan Militer Mesir adalah Sebuah kejahatan Internasional "kata Arief

Arif mengajak masyarakat Muslim di seluruh Indonesia untuk menggelorakan dukungan bagi rakyat Mesir agar tuntutan perdamaian dapat didengar dunia internasional.(4NT)

Meriahnya Idul Fitri Di Cina







4newstimes.com Beijing - Warga Muslim di Cina, khususnya di Beijing, memiliki aneka kuliner untuk merayakan Idul Fitri, seperti yang sebagian besar berbahan dasar kambing atau sapi.
Usai melaksanakan Shalat Idul Fitri dan saling mengucapkan selamat Lebaran, para jemaah di Mesjid Niujie langsung menyerbu restoran, toko kue dan supermarket di sepanjang jalan Niujie.
Mereka umumnya membeli aneka kue ringan dan buah-buahan untuk dibawa saat mengunjungi kerabat, saudara dan tetangga. Sebagian lagi bersama keluarga mereka makan bersama di restoran di jalan sepanjang sekitar satu kilometer tersebut.
Niujie berada di Distrik Xicheng yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, sehingga restoran, toko dan supermarket di kawasan itu semuanya menyajikan menu dan produk halal.
Amina salah seorang warga Niujie mengatakan untuk menu Lebaran daging sapi atau kambing merupakan menu andalan warga Muslim di China, termasuk Beijing.
"Biasanya dimakan dengan mie kuah atau dijadikan sate," ungkapnya.
Sementara Amina kerap pula membuat santapan khas "Huicai", yang merupakan masakan khas warga China saat mengadakan perayaan besar termasuk Idul Fitri.
Huicai terdiri dari berbagai jenis sayuran dan daging (sapi atau kambing) yang ditumis dengan garam, daun bawang, jahe dan setelah harum, tumisan ditambahkan air lalu rebus hingga kira-kira 20 menit.
Sementara warga lainnya Li Min, biasanya membuat sup dumpling. Dumpling dibuat dari adonan tepung ketan yang dibentuk bulat lalu diisi dengan wijen hitam, kacang tanah atau kacang merah sesuai selera kemudian direbus.
Sedangkan restoran-restoran Muslim juga menyajikan sate kambing, niangao dan berbagai kue goreng yang hanya ada ketika hari raya, misalnya Sanzi dan Youxiang.(ROL)

Cahaya Islam Di Negeri Samba




Masjid pertama di Brazil. Brazil Primeira Mesquita do Brasil atau biasa disebut
 sebagai masjid Av. do Estado, karena letaknya yang berada di ruas jalan
 tersebut di kota Sao Paolo, menandai eksistensi Islam di negara Amerika Latin itu.


4newstimes.com Brazil - Ingat Brazil, Ingat Sepakbola, saking lengketnya negara tersebut dengan sepakbola. Brazil, negara di amerika latin itu yang namanya memang telah begitu identik dengan tiga hal yakni sepakbola, karnaval dan bikini, terkait dengan hamparan pasir pantainya yang mempesona. Brazil juga menyandang predikat sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar di dunia bersama Indonesia, negara berbahasa Portugis terbesar di dunia, negara Katholik terbesar di dunia, Negara terluas sekaligus berpenduduk terbanyak di Amerika Latin. Kekatholikan Brazil di tandai dengan pembangunan patung Cristo Redentor yang begitu besar di puncak Bukit Corcovado, Rio de Janeiro di tahun 1850-an.

Negeri satu ini memang salah satu negeri gila bola, dari segi prestasi juga memang pilih tanding. Sebagian pecinta bola yang cukup cermat pastinya masih ingat pada momen kemenangan 2-0 Brazil atas Australia di Piala Dunia 2006 di Jerman. Kala itu 18 Juni 2006 pencetak Gol Brazil, Frederico Chaves Guedes mengejutkan dunia ketika merayakan gol kemenangannya dengan melakukan sujud syukur, sebuah celebrasi khas para pesepakbola muslim. Fred memang salah satu warga muslim Brazil.

Fred bukanlah satu satunya pesohor muslim di Brazil, di tataran pemerintahan negara tersebut juga terdapat beberapa tokoh muslim yang cukup disegani diantaranya Muhammad Murad yang merupakan anggota dewan kota São Paulo yang sehari harinya berprofesi sebagai pengacara. Islam memang telah hadir di Brazil seumur dengan sejarah negara itu, meski dalam perjalanannya memang tak mulus.

Dalam sejarahnya semasa masih dijajah oleh Portugis, Brazil dikenal sebagai pengimpor budak Afrika terbanyak di dunia, lebih dari tiga juta budak hitam Afrika telah di datangkan ke negara itu selama penjajahan Portugis, untuk dijadikan pekerja paksa di lahan lahan perkebunan milik Portugis. Sebagian dari para budak hitam Afrika itu adalah Muslim, dan dengan sendirinya gelombang kedatangan tiga juta budak afrika ke Brazil ini menjadi titik awal masuknya Islam ke Brazil.

Populasi Muslim di Brazil

Data resmi di world fact book sama sekali tak menyebut Islam dalam deretan agama yang di anut di Brazil. Selain menyebut data sensus tahun 2000 yang terdiri dari 73.6% Katolik, 15.4% Protestan, 1.3% Aliran kepercayaan, 0.3% Bantu/voodoo, 1.8% lain lain, 0.2 tidak jelas, dan sisanya 7.4 tidak beragama.

Data yang lain muncul di Wikipedia yang menyebutkan bahwa pemeluk agama di Brazil terdiri dari Katolik Roma 64.6%, Protestan 22.2%, Tak beragama mencapai 8%, aliran kepercayaan 2% dan 3.2 dikatagorikan sebagai lain lain.

PEW Research Center dalam artikel Mapping the Global Muslim Population, menyebutkan bahwa populasi muslim di Brazil mencapai angka 191-ribu jiwa didasarkan pada data tahun 2009. Angka tersebut setara dengan 0.1% dari total populasi di negara tersebut.



Suasana buka puasa di Masjid Rio De Jeneiro, Brazil.


Sensus penduduk di Brazil memang tidak memasukkan Islam sebagai salah satu agama yang di sensus tapi memasukkan Islam, Budha dan agama minioritas lainnya dalam kolom “lain lian”. Maka wajar bila kemudian tidak ada data yang benar benar valid dan up to date terkait angka pasti jumlah muslim di negara tersebut.

Otoritas muslim di Brazil menyakini pemeluk Islam di Brazil mencapai antara 1 juta hingga 2 juta jiwa didasarkan kepada data etnografi yang mereka ketahui. Namun Professor Paulo G. Pinto da Rocha, seorang profesor Antropologi dan Direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universidade Federal Fluminense (Brazil), dengan yakin mengatakan bahwa ada sekitar 1 juta muslim di Brazil saat ini, jumlah yang memang terlalu kecil dibandingkan 200 jutaan penduduk negara tersebut. Angka 1 juta itu pun di sebut berbagai pihak sebagai angka yang terlalu dibesar besarkan.

Masuknya Islam di Brazil

Seperti disebutkan dimuka bahwa Islam pertama kali mencapai Brazil dibawa oleh para budak belian dari Afrika. Mereka dibawa ke Brazil secara paksa oleh tentara Portugis ke wilayah tersebut untuk dijadikan kuli di perkebunan perkebunan yang dibuka disana.


Bangunan masjid kini sudah mencapai 127 masjid diseluruh Brazil.
Salah satunya adalah Masjid di Lajes pada foto di atas
yang dikelola oleh Sociedade Beneficente Muçulmana de Lajes


Di abad ke 16 tepatnya sejak tahun 1550, Portugis menggunakan budak Afrika untuk bekerja di perkebunan tebu yang sebelumnya dimusnahkan oleh penduduk setempat. Brasil tercatat menerima sekitar 37% dari seluruh budak Afrika yang diperdagangkan ke benua Amerika atau berkisar 3 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan Brazil sebagai Negara penerima budak terbesar.

Sebagian dari para budak hitam Afrika yang diboyong kesana adalah kaum muslimin afrika dari berbagai suku. Sejarah Brazil mencatat pada tahun 1835 sempat terjadi pemberontakan oleh kaum budak muslim di kota Bahia. Pemberontakan oleh gabungan muslim dari berbagai bangsa tersebut mengakibatkan korban jiwa namun berahir pada kekalahan.

Akibatnya penguasa Portugis menerapkan upaya kristenisasi terhadap para budak yang beragama Islam dengan berbagai cara. Berbagai tekanan dan paksaan serta pelarangan yang dilakukan sepanjang abad 19 terbukti tak mampu memupus Islam dari benak para budak disana. Terbukti pada tahun 1910 tercatat masih terdapat sekitar 10 ribu budak afrika yang masih mempertahankan Islam sebagai agamanya.

Perkembangan Islam disana memasuki era baru dengan kebijakan pembebasan perbudakan di penghujung abad ke 16 yang kemudian memunculkan berbagai komunitas muslim disana dan dikemudian hari bergabung dengan muslim imigran dari India dan Pakistan. Perkembangan Islam juga diperkuat dengan masuknya imigran muslim dari Timur tengah (Arab) yang masuk ke Brazil di sekitar tahun 1850 hingga tahun 1860.

Mezquita do Brazil di Sao Paolo.


Gelombang masuknya imigran arab ini meningkat di era 1970-an seiring dengan terjadinya perang saudara di Lebanon (1975-1990) serta berlanjutnya pendudukan wilayah Palestina oleh Israel. Meskipun sebagian besar muslim di Brazil merupakan para imigran arab serta keturunan mereka namun di decade terahir telah tumbuh dengan pesat pemeluk Islam mualaf dari kalangan non arab yang turut menjadi bagian dari komunitas muslim disana.

Komunitas muslim di Brazil memang mayoritas merupakan para muslim pendatang mencapai 99.04% dengan konsentrasi populasi berada di negara bagian São Paulo, Paraná, Rio Grande do Sul dan Rio de Janeiro. Sebagian besar dari mereka menganut faham shiah yang bermukim di São Paulo dan wilayah selatan Brazil, seperti di Curutiba dan Foz do Iguaçu. Sementara muslim Suni kebanyakann tinggal di Paulo, Paraná, Rio Grande do Sul, Rio de Janeiro dan Distrito Federal.

Organisasi Islam di Brazil

Institusi Islam di Brazil menggunakan nama resmi “Islamic Mutual-Aid Associations”
(Sociedades Beneficentes Muçulmanas - SBM). Organisasi tertuanya pertama kali dibentuk di São Paulo tahun 1929. Organisasi ini juga yang kemudian membangun masjid pertama di Brazil dengan nama the Mesquita Brasil (Brazil Mosque). Masjid yang dibangun dengan dana bantuan dari keluarga kerajaan Mesir dimulai pada tahun 1942 dan di resmikan pada tahun 1960.


Sociedade Beneficente Muçulmana do Paraná


Dalam kurun waktu yang cukup lama antara 1929-1969 organisasi ini menjadi satu satunya organisasi payung bagi muslim disana baik Suni maupun Shiah, baru kemudian wilayah Druses dan Alaouites membentuk organisasi mereka sendiri di negara bagian Minas Gerais, Rio de Janeiro dan São Paulo. Sedangkan organisasi Islam lainnya dibentuk di Rio de Janeiro dan Paraná selama tahun 1950-an.

Pembangunan tempat tempat ibadah bagi muslim di wilayah Brazil lainnya baru dimulai di kurun tahun 1980-an. Sejak itu beberapa masjid sebagian besar dari muslim Suni mulai berdiri di negara bagian Paraná, São Paulo, Mato Grosso, Goiás dan Minas Gerais. Masjid masjid tersebut dibangun dengan gaya arsitektural Arab yang sangat kental, sebagai respon meningkatnya imigran arab ke negara tersebut. Sampai permulaan abad ke 21 berbagai organisasi Islam sudah bertebaran di seantero negeri.

Perkembangan cukup menarik bagi komunitas muslim di Rio de Janeiro yang tergabung dalam organisasi SBJR (Sociedade Beneficente Muçulmana do Rio de Janeiro), 85% dari 500 keluaga muslim disana justru bukan dari Etnis Arab atau keturunannya tapi berasal dari beragam latar belakang, dibandingkan dengan organisasi Islam di bagian lain negara tersebut. Karenanya komunitas muslim di Rio de Janeiro tidak bertendensi untuk menonjolkan identitas Arabia dalam kehidupan beragama keseharian mereka.

Merujuk kepada penjelasan Antropologis Brazil bernama Silvia Montenegro diseluruh Brazil telah berdiri 58 organisasi Islam di tahun 2000, 90% mewakili muslim suni dan sisanya shiah.

Intreior ataupun interior masjid masjid di Brazil ini
tak jauh berbeda dengan masjid masjid lainnya
diseluruh dunia seperti pada interior
 Mesquita Omar ibn Khattab - Foz do Iguaçú pada foto di atas.


Masjid di Brazil

Komunitas muslim Brazil terkonsentrasi di beberapa kota besar seperti kota Sao Paolo yang merupakan kota terbesar di Brazil, di kota ini pula masjid pertama di Brazil dibangun dengan nama Brazil Primeira Mesquita do Brasil di Av. do Estado, yang dibangun di atas lahan yang dibeli secara patungan tokoh-tokoh muslim Brasil ditahun 1939.

Peletakan batu pertamanya dilakukan pada tahun 1948 dan baru berakhir pembangunannya tahun 1960. Lamanya pembangunan masjid tak lepas dari sulitnya upaya penggalangan dana yang dilakukan umat Islam di negeri tersebut. Begitu pembangunan masjid rampung, umat Islam sudah tersebar ke seantero Brasil yang kini sudah mencapai 127 masjid.

Madrasah mulai berdiri di Brasil sejak tahun ‘60-an. Madrasah pertama berdiri di Sao Paulo, Setelah itu, berdiri pula madrasah di wilayah Cortiba dan beberapa tempat lainnya. Madrasah digunakan sebagai semacam diniyah, yaitu untuk mengajarkan ilmu agama dan bahasa Arab.

Dampak Positif Telenovela

Perkembangan Islam di Brazil justru terjadi ledakan paska serangan teroris terhadap menara kembar WTC New York pada 11 September 2009 yang dikait kait kan dengan terorisme Islam. Sebuah efek yang tak disangka sangka, warga setempat justru menjadi penasaran dengan ajaran Islam yang senantiasa disebut sebut dalam semua pemberitaan peristiwa 911 tersebut.

satu masjid nyetrik di Brasil, Mesquita de Mogi das Cruzes


Tiga minggu paska serangan tersebut stasiun tivi the Globo Channel meluncurkan seri perdana telenovela berjudul “Clone series”. Sebuah serial tivi berlatar belatar belakang kehidupan muslim di Maroko yang menampilkan kehidupan muslim dan arab yang sebenarnya. Tanpa disangka sangka tayangan tersebut justru menjadi tontonan pavorit warga setempat dan berdampak pada melonjaknya ketertarikan untuk mempelajari Islam ke berbadai Islamic Center disana.

Hal tersebut diakui oleh Professor Paulo G. Pinto da Rocha dan Francirosy Feirreira, pemerhati Islam di University of Sao Paulo sebagai salah satu bahan bakar utama meledaknya minat untuk berislam di Brazil, dan berdampak langsung kepada membengkaknya komunitas muslim disana.

Indikator lain adalah semakin bertambahnya masjid di negara tersebut sebagai pusat peradaban bagi muslim atau dalam bahasa setempat disebut “Turcos” merujuk kepada Emperium Turki selaku emperium Islam terahir.

Referensi

censored31.blogspot.com  - Islam conquering Brazil
paulo g. pinto, Universidade Federal Fluminense - muslim identities in brazil

Ditulis Oleh Hendra Gunawan

Perkembangan Islam Di Inggris Buat Gereja Di Inggris Berubah Menjadi Masjid








4newstimes.com London - Sebuah gereja tua yang tidak lagi terpakai diubah peruntukkannya sebagai masjid di wilayah Clitheroe, Lancashire, Inggris. Gereja ini adalah ikon kota tersebut setelah masuk dalam lukisan seniman terkenal Inggris, Laurence Stephen Lowry.

Diberitakan Daily Mail, gereja Methodist yang dulu dikenal dengan nama Gunung Zion ini memang telah lama terbengkalai. Selama 14 tahun terakhir, gedung bergaya arsitektur kuno ini telah beberapa kali beralih fungsi, sebagai toko amunisi, pabrik kotak logam atau pabrik garmen.
Gereja Gunung Zion tersohor setelah masuk dalam salah satu lukisan Lowry tahun 1954 berjudul "Sebuah Jalan di Clitheroe". Lukisan ini adalah salah satu mahakarya pelukis yang dikenal dengan gambar manusia korek apinya ini.
Sekarang, sekitar 300 orang Muslim di kota itu akan mengubahnya menjadi masjid pertama di Clitheroe.
Rencana ini sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2006, namun mendapatkan ratusan penentangan, terutama datang dari anggota partai sayap kanan, Partai Nasional Inggris, yang terkenal rasis.
Kendati demikian, rencana alih fungsi tetap berlanjut. Tujuh tahun berlalu, konversi gedung itu menjadi masjid telah mencapai tahap final. Saat ini komunitas Muslim di Clitheroe tengah mengumpulkan dana senilai Rp3,9 miliar untuk pemanas, lampu, dekorasi dalam, pintu dan jendela.
Farouk Hussain, Ketua Pusat Pendidikan Islam Media di Lancashire mengatakan bahwa proyek itu didukung oleh banyak pihak.
"Dukungan dari seluruh kota sangat bagus. Kami mendapat reaksi positif dari kelompok antar-keyakinan dan masyarakat atheis juga berada di balik proyek ini," 
ujar Hussain.

Salah satu dukungan datang dari Kanselir Clitheroe, Jim Shervey, yang mengatakan bahwa Muslim berhak beribadah dimanapun. Walaupun ada pertentangan beberapa tahun lalu, ujarnya, namun semua bisa diatasi.
"Gedung ini digunakan untuk kepentingan yang baik, dan jelas lebih baik menggunakannya ketimbang membiarkannya kosong," ujarnya.
Jumlah umat Islam di Inggris terus meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Sensus terbaru tahun 2011 menunjukkan, Muslim meningkat tiga persen menjadi 4,8 persen atau sekitar 2,7 juta orang. Kebanyakan dari mereka adalah Muslim usia muda, di bawah 25 tahun. (atjehcyber)

 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group