Headlines News :
Home » » PB HMI Mengecam Penyelenggaraan Miss World 2013

PB HMI Mengecam Penyelenggaraan Miss World 2013

Written By 4News Times on Tuesday, 10 September 2013 | 17:58






4newstimes.com - Kohati PB HMI mengecam Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Miss World 2013. Pro dan kontra diadakannya Miss World terus bergulir walapun penyelenggara telah mengantongi izin pelaksanaan dari pemerintah.

Ketua Umum KOHATI PBHMI Endah Cahya Immawati Perhelatan akbar yang sejak pertama didirikan bernama “Festival Bikini Contest” banyak mengalami penolakan bahkan di negara asalnya sendiri “Inggris”.
Kemudian pihak media dan penyelenggara merubah namanya menjadi “Miss World” dengan memasukkan konsep 3B (Brain, Beauty, Behaviour) agar tidak menuai protes dari berbagai kalangan. Ada Beberapa alasan mengapa kita harus mengecam diadakan Miss World diselenggarakan
di Indonesia.
Kontes ini adalah bentuk modern dari eksploitasi perempuan. Tanpa sadar perempuan telah direndahkan harkat, martabat dan kemuliaannya. Perempuan hanya dipandang dari segi fisik atau unsur kecantikannya.
” Kita tentu tidak akan menemukan seorang kontestan cacat/tidak menarik fisiknya akan diluluskan dalam ajang Miss World tersebut. Padahal sejatinya Nilai seorang perempuan ditentukan oleh ketakwaan dan seberapa besar perannya untuk kebaikan dan perbaikan masyarakat,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (8/9/13).
Meski ada nilai inner beauty yang dipopulerkan dalam moment tersebut tapi hal ini belum menjadi substansi yang utuh melainkan unsur fisik seakan menjadi main poin dalam ajang ini.
Menurut Endah, kontes ini merupakan ladang bisnis bagi elemen tertentu. Perempuan adalah komoditi yang dijual kecantikan dan kemolekan tubuhnya demi kepentingan ekonomi. Penyelenggara acara, Sponsor Fashion, perusahaan kosmetik dan iklan akan mempertahankan acara ini agar tetap berlangsung demi meraup keuntungan yang besar.
” Alih-alih pelaksanaan Miss World untuk promosi budaya dan wisata, efek yang ditimbulkan setelah itu berupa penyembuhan penyakit sosial akan jauh lebih mahal daripada keuntungan finansial yang didapatkan oleh penyelenggara,” paparnya.
Pemerintah Indonesia harus konsentrasi terhadap berbagaimacam persoalan yang dihadapi, khususnya Perempuan. Dalam berbagai hal, kondisi masyarakat dan perempuan semakin terpuruk.
Lanjut Endah, kemiskinan yang melanda, pengangguran, persoalan buruh migrant di luar
negeri, kekerasan, kematian ibu dan anak karena proses melahirkan, akses kesehatan
yang belum merata, pendidikan yang mencerdaskan bagi semua, korupsi, hutang yang
semakin menumpuk, demokrasi yang setengah hati dll.
“Masih banyak yang menjadi “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan dengan konsisten,
menyeluruh dan menyentuk kepada semua elemen, khususnya masyarakat marginal, bukan
hanya keuntungan material semata,” jelasnya.
Ada banyak cara untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia sejalan
dengan falsafah pancasila dan UUD 1945.
Untuk itulah kami menyerukan kepada segenap masyarakat yang masih peduli kepada kaum
perempuan agar bersatu untuk menolak Miss World di Indonesia.
Demikian juga kami menyampaikan aspirasi kami kepada Menteri Luar Negeri Republik
Indonesia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, wakil rakyat komisi
IX DPR RI, MUI, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional, agar menggagalkan
penyelenggaraan Miss World di Indonesia dan agar bersatu padu dan komitmen membangun
Indonesia secara terintegrasi.
Sumber: beritaparpol
Share this post :
 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group