Headlines News :

Subscribe me

Text

Rekomendasikan ke Teman
Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Bedingfield Juri X Factor Selandia Baru : Fatin Shidqia Memilik Suara Khas







4newstimes.com Jakarta - Penyanyi Daniel Bedingfield punya gaya sendiri untuk mengungkapkan kekagumannya pada penampilan Fatin Shidqia.

"Saya pikir kamu kerreeen banget!" teriaknya dalam bahasa Indonesia ketika diberi kesempatan untuk berkomentar.

Anggun C. Sasmi, yang duduk di sebelah juri X Factor Selandia Baru itu pun bercerita sejak Fatin menyanyikan "Aku Memilih Setia", Bedingfield sudah berteriak menyukai penampilannya. 

"Daniel teriak terus 'I love her'. Aku nggak bisa dengar kamu nyanyi," canda Anggun.

Menurut Bedingfield, Fatin memiliki suara yang khas. "Sangat unik cara bernyanyinya," puji Bedingfield.

Louis Walsh dari X Factor Inggris Raya pun kaget begitu mengetahui usia Fatin yang baru 17 tahun. "Vokalmu unik dan kau baru 17 tahun. Dunia harus dengar," kata Walsh.

"Paula Abdul suka suara kamu," kata Paula Abdul terbata-bata dalam bahasa Indonesia.

Abdul kagum dengan penggemar Fatin yang sudah heboh menyerukan namanya meski Fatin belum muncul di panggung.

"Orang-orang menyukaimu bahkan ketika kau baru masuk," kata Abdul.

Fatin Shidqia, juara X Factor Indonesia, menjadi penampil keempat dalam X Factor Around The World yang diadakan di JIExpo Kemayoran malam ini. (ANTARA)

FOX Merogoh Kocek Yang Dalam Agar Jennifer Lopez Jadi Juri American Idol Lagi




4newstimes.com -  Jennifer Lopez akhirnya kembali menjadi juri American Idol. FOX selaku produser dilaporkan harus mengeluarkan USD 15 juta atau lebih dari Rp 150 miliar agar diva 44 tahun itu mau menjadi penilai para kontestan bersama penyanyi country Keith Urban, serta dua juri lain yang hingga kini masih dalam proses negosiasi.

Kontrak setahun yang diterima ibu dua anak tersebut sama nilainya saat Britney Spears bergabung menjadi juri The X Factor. Namun lebih rendah dibanding saat FOX membayar Mariah Carey senilai USD 18 juta atau lebih dari Rp 180 miliar, untuk American Idol musim 12 yang baru saja berlalu. Jumlah ini lebih banyak dibanding debut J.Lo di American Idol pada musim ke-10 yang hanya dibayar USD 12 juta (Rp 120 miliar). Seperti dilaporkan RadarOnline, Selasa (6/8),  meski lebih kecil dibanding Mariah, J.Lo masih dimungkinkan mendapat tambahan pendapatan dari bonus yang nilainya tak disebutkan.

Pengumuman resmi bergabungnya pemilik hit "Love Don't Cost A Thing" ini diperkirakan akan dilakukan dalam sepekan atau dua pekan ke depan, bersamaan dengan berakhirnya negosiasi FOX untuk 
menggaet pentolan Black Eyed Peas, Will.i.am sebagai juri American Idol musim 13.  

Bergabungnya J.Lo sebenarnya tak terlalu mengejutkan menyusul beredarnya kabar bahwa mantan istri penyanyi latin Marc Anthony ini ingin hidup menetap untuk membesarkan si kembar berumur 5 tahun, Max dan Emme. "Dan (American) Idol memberikan kesempatan untuk itu," ucap sumber situs tersebut. (JPNN)

Punk Myanmar Kecam Kekerasan Umat Budha Melalui Musik





4newstimes.com - Kelompok musik Punk bukan hanya soal rambut mohawk dengan cat merah muda, jaket kulit atau tato tengkorak dibadan, namun di Myanmar mereka berani memecah keheningan diamnya warga Myanmar terhadap kekerasan yang dialami Muslim.

Sekelompok band Punk Myanmar berani membuka suara mereka untuk  menentang biksu Budha yang menghasut kekerasan terhadap umat Islam disaat warga myanmar lainnya diam atas apa yang dialami Muslim Myanmar itu.
  
"Jika mereka benar-benar biksu, aku akan tenang, tetapi mereka tidak," Ungkap Kyaw Kyaw, vokalis grup Punk Rebel Riot, oleh karenanya ia bersuara lewat musik mengecam kemunafikan para biksu dan gerakan anti-Muslimnya yang dikenal sebagai "969."

''Mereka anggap diri mereka nasionalis, namun nyatanya fasis ! Tidak seorang pun ingin mendengarnya, tapi itu benar. " Ujar Kyaw dikutip dari laman Todays Zaman, Selasa (06/8/2013).
  
Biksu radikal berada di garis depan dalam kampanye berdarah terhadap Muslim, dan hanya sedikit di bangsa ini yang mayoritas beragama Budha dari 60 juta orang yang bersedia untuk berbicara melawan mereka. Bagi banyak orang, menjadi Buddha merupakan bagian penting dari menjadi Burma, dan Biksu adalah anggota masyarakat yang paling terhormat, tidak tercela. Mereka menganggap Muslim sebagai "Orang Luar"  dan ancaman bagi budaya dan tradisi Myanmar.

Grup Punk lainnya mengatakan bahwa Umat Budha harus melihat kembali ajaran Budha sesungguhnya.

"Semua yang saya dapat katakan adalah, orang harus melihat pada ajaran Buddha dan bertanya pada diri sendiri, apakah ini ajaran Budha?" Kata Ye Ngwe Soe, vokalis dari grup "No U Turn", grup punk rock paling populer di negara itu. 

Dia bahkan menulis sebuah lagu yang berjudul "Perang Manusia", lagu ini dibuat setelah melihat kekerasan yang dialami Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine beberapa waktu lalu yang mulai menjalar ke daerah lain.

"Ketika saya pergi ke beberapa daerah perkotaan, saya mendengar mereka berbicara tentang gerakan "969" dan membenci Muslim dengan melakukan kekerasan. Seharusnya tidak seperti ini. "ungkap Ye Ngwe Soe lebih lanjut,
  
Menurut pengamat cara terbaik untuk melawan pemikiran kekerasan orang-orang seperti Biksu Wirathu itu adalah dengan memberi ruang bagi warga myanmar lain yang anti kekerasan dan lebih mengedepankan sikap toleran.
  
Namun para Biksu dan aktivis sipil yang anti kekerasan tidak cukup berani mengeluarkan suara dan pendapatnya ketika terjadi dialog lintas agama terkait permasalahan ini.
 
"Saya yakin banyak dari mereka pikir ini sesuatu yang sudah diluar batas kemanusiaan, tetapi mereka kebanyakan tidak berani mengatakan hal tersebut secara terbuka," kata Bertil Lintner, seorang jurnalis Swedia yang telah menulis beberapa buku tentang Myanmar.  

"Jika mereka melakukannya mereka akan diserang dengan dianggap tidak nasionalis, musuh agama, dan dituduh berteman dengan Muslim. ... Ini adalah situasi yang sangat sulit. " ungkap Bertil.

Arker Kyaw, seorang seniman grafiti street art yang memiliki teman Muslim yang sebagiannya adalah musisi dan DJ juga menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang telah didera komunitas Muslim beberapa tahun ini.
 
Lewat video dan musik Arker Kyaw mengumpulkan orang dari berbagai latar belakang agama yang berbeda untuk mengungkapkan solidaritas terhadap rekan muslim mereka.

"Jangan khawatir, setidaknya antara kami, semuanya baik - baik saja." Ungkap remaja berusia 20 tahun ini.
 
Tapi ketika ditanya apakah ia tidak tergoda untuk menjawab provokasi kelompok "969" yang menyebarkan stiker dan tanda-tanda di dinding seluruh Yangon dengan keahliannya sebagai seniman grafiti.

Ia menjawab. "Tidak. Ini sangat rumit. dalam hal ini, saya pikir lebih baik  kita memantau saja,setidaknya saya bisa mempengaruhi orang di sekeliling saya bahwa tindakan gerakan "969" ini tidak manusiawi dan intoleran."[TZM/YL/Islamedia]
 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group