4newstimes.com - Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Habib Noval Chaidir, mengaku pihaknya akan menerima dengan senang hati jika harus dibubarkan oleh pemerintah.
"Kalau memang harus dibubarkan, tentu kami siap saja," katanya, Rabu (24/7/2013).
Isu pembubaran FPI sendiri sudah bergulir sejak zaman Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur). Namun, sampai kini tak pernah terjadi.
"Itu biasa, isu pembubaran itu sudah ada waktu jaman Gus Dur. Tapi kan bukan FPI yang bubar tapi malah Gus Dur yang bubar," ujarnya.
Namun, kata dia, pembubaran itu tetap tak menghentikan perjuangan seluruh anggotanya untuk menegakkan amal ma'ruf nahi munkar.
Noval pun menegaskan, jika FPI dibubarkan anggotanya, pasti akan membuat ormas baru dengan nama berbeda.
"Kalau dibubarin tidak masalah, justru kita malah akan buat ormas baru, perjuangan tetap berlanjut, kita enggak masalah, tinggal diubah nama saja jadi Front Pencinta Islam atau lainnya. Kan itu gampang, tinggal ubah nama saja," tuturnya.
Dikatakannya, ormas baru yang akan menggantikan FPI itu tentu tidak akan mengubah pola perjuangannya, karena susunan anggota baru nanti tetap sama dengan sebelumnya.
"Perjuangan kita tetap sama. Berjuang dijalan Allah menegakkan amal ma'ruf nahi munkar. Toh anggota dan pimpinannya nanti sama," tambahnya seperti dilansir dari Okezone. (Nr)
.jpg)