4newstimes.com London - Dalam demo yang diselenggarakan oleh kelompok anti fasis yang menemui hadangan dari kelompok sayap kanan Inggris sehingga menimbulkan bentrokan di distrik Tower Hamlets, London Timur.
Kami merayakan perdamaian dan ketenangan. Kami tidak mendukung kekerasan," ujar Lutfur Rahman, walikota Tower Hamlets, yang merupakan muslim pertama yang menjadi pimpinan distrik, kepada The Guardian hari Minggu, 8 September, demikian lansir onislam.net.
"Orang-orang yang ingin berbicara tentang kekerasan dan menimbulkan kekerasan dan benci pada orang lain hanya dapat kembali ke sarang mereka dan mereka lubang.
"Kami hanya ingin melanjutkan kehidupan normal kami."
Lutfur Rahman mengekspresikan kemarahan atas aksi anti Islam yang direncanakan secara teratur oleh kelompok sayap kanan Liga Pertahanan Inggris (EDL).
Sekelompok 500 anggota EDL berkumpul pada hari Sabtu di distrik London timur untuk memprotes apa yang mereka klaim bahwa Tower Hamlets telah 'tunduk' pada orang-orang Islam.
Sehari sebelumnya, polisi melarang EDL menggelar aksi melalui daerah Tower Hamlets, yang memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di negara Inggris.
Menolak aksi anggota EDL, dua kelompok massa anti fasis juga menggelar demonstrasi yakni Unite Against Fascism (UAF) dan Hope not Hate.
Sekitar 3.000 petugas dikerahkan untuk mengatasi bentrokan. Polisi mengatakan 14 orang, terutama dari EDL, ditangkap karena pelanggaran ketertiban umum selama aksi.
Kemudian, polisi mengatakan sekitar 150 orang anti fasis juga telah ditangkap karena memindah rute aksi mereka.
Pemimpin EDL, Tommy Robinson, juga ditangkap saat bentrokan demikian pernyataan EDL di twitter pada hari Sabtu.
Setelah bentrok berakhir, pemimpin Muslim memperingatkan bahwa aksi EDL sering menyebarkan ketakutan bagi muslim di Inggris.
"Ini bukan tempat yang tepat untuk mengadakan demonstrasi," kata Shaynul Khan, asisten direktur eksekutif masjid London Timur, kepada Press Association.
"Ada perasaan yang kuat dari kekhawatiran, terutama dari mereka yang mudah diidentifikasi karena pakaian keagamaan mereka, bahwa jika Liga Pertahanan Inggris di sini maka mereka tidak aman. Saya yakin bahwa kedatangan mereka mendatangkan rasa takut yang besar," katanya.(Muslimdaily)
