4newstimes.com Jakarta - Lingkar dalam Istana Negara kembali disebut terkait dalam perkara dugaan suap dalam penentuan kuota impor daging sapi Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013. Setelah, asisten staf khusus presiden bidang bencana, Wisnu Agung Prasetya, kini giliran utusan presiden disebut terlibat.
Ketika dikonfirmasi perihal isi pembicarannya dengan terdakwa Ahmad Fathanah, saksi Ridwan Hakim mengaku bahwa Sekman adalah utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Sekman itu nama orang Pak. Saya jelaskan Sekman ini utusan Pak Presiden jika datang ke PKS. Dalam berita acara pemeriksaan saya ditulis orang dekat SBY," jawab Ridwan ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/8).
Padahal, dalam pembicaraan antara Fathanah dan Ridwan dikatakan bahwa ada uang yang jumlahnya Rp 40 miliar yang dibawa oleh Sekman dan Hendra untuk Engkong yang sebelumnya diakui mengacu pada Hilmi Aminudin.
Walaupun, untuk kesekian kalinya, putra keempat Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin ini mengatakan tidak tahu perihal maksud pembicaraan tersebut.
Dalam sidang yang digelar Senin (26/8) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, dengan terdakwa Ahmad Fathanah memang tersebut nama Wisnu yang dikatakan sebagai asisten staf khusus presiden bidang bencana.
Semua berawal dari pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Nawawi Pomolongo terhadap saksi Denny Adiningrat perihal isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut nama Wisnu. Denny menjawab bahwa Wisnu adalah asisten staf khusus presiden bidang bencana.
"Wisnu asisten staf khusus di istana. Jika tidak salah satu asisten staf khusus bidang bencana di Istana," jawab Denny.
Ketika ditanya kaitannya dengan perkara suap terkait penentuan kuota impor daging sapi, Denny mengatakan bahwa Wisnu adalah teman dekat dari Yudi Setiawan, orang yang disebut-sebut terkait juga dalam perkara yang sama karena berhubungan dengan terdakwa Ahmad Fathanah dalam pengurusan proyek benih di Kementerian Pertanian.
Tetapi sayangnya baik hakim maupun jaksa tidak memperdalam lagi kaitan Wisnu dalam perkara suap tersebut.
Berdasarkan penelusuran Wisnu yang disebut Denny diduga mengacu pada Wisnu Agung Prasetya asisten Andi Arief yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam.
Wisnu yang dimaksud pernah ditangkap oleh kepolisian terkait kasus narkotika bersama seseorang yang bernama Yudi yang diduga Yudi Setiawan. Tetapi, Wisnu dibebaskan karena berdasarkan tes urine negatif menggunakan narkotika. (Beritasatu)
.jpg)