4newstimes.com Jakarta - Berita tertangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini membuat banyak pihak tersentak, Bahkan tetangga mantan kepala SKK Migas tersebut di Tasikmalaya menyampaikan saya tidak percaya karena pak Rubi itu religius.
Seperti dilansir tribbunews tersangka dugaan suap
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas), Rudi Rubiandini membantah menerima suap dari pihak swasta berinisial S.
"Kita serahkan proses hukum yang ada,"
kata Rudi yang keluar mengenakan baju tahanan KPK, sekitar pukul 20.45 WIB.
Sebelumnya, dua oknum yang ditetapkan sebagai
tersangka kasus ini, yakni A dan S juga merampungkan pemeriksaan. Namun, kedua
bungkam saat diberondong pertanyaan oleh wartawan.
Kejanggalan Penyuapan
kepala SKK Migas
Kepala Dinas
Komunikasi SKK Migas Agus Budiyanto menjelaskan, Kernel Oil
bukanlah perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) atau perusahaan
pengeboran minyak atau gas. Menurut Agus, Kernel Oil merupakan sebuah
perusahaan trader minyak asal Singapura.
Agus
menambahkan, kegiatan Kernel Oil di Indonesia, bertindak sebagai trader
pada umumnya yaitu mencari minyak mentah maupun BBM. Mereka akan
mengekspor minyak mentah atau BBM ke luar negeri.
Tetapi dari Kronologis dan
keteranganyang ada Penggerebekan Rubi Seperti Dijebak, kejanggalan kasus ini
semakin terkuak ketika Perusahaan Kernel Oil yang menyuap sang mantan kepala
SKK Migas tsb bergerak di bidang trading bukan eksplorasi, padahal SKK tidak
memiliki kewenangan penjualan dibidang kontrak kerja eksplorasi, dan kewenangan
trading minyak berada ditangan Kementrian ESDM yang notabennya jero wacik
(demokrat) dan Kementrian Ekonomi Hatta Rajasa (PAN) , qo Malah SKK Migas
. Apakah ada keterlibatan kedua pimpinan partai ini ya,, kita lihat saja KPK apakah
Berani Bongkar kasus ini secara terang benderang. (4NT & tribbun
news)
.jpg)