4newstimes.com - Penyadapan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjadi lewat satelit. Pasalnya selama ini Indonesia masih menyewa satelit untuk sistem komunikasi kenegaraan.
"Penyadapan terhadap sistem komunikasi kenegaraan kita sangat rawan. Karena sistem proteksi intersepsi masih belum maksimal. Misalnya saja kita masih sewa satelit swasta untuk sistem komunikasi-informasi," ujar Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq di Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Menurutnya, dengan situasi itu maka sangat memungkinkan jika komunikasi kenegaraan Indonesia disalah gunakan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu.
"Maka menjadi urgen bagi Indonesia untuk tata kembali keamanan sistem komunikasi-informasi kenegaraannya, termasuk harus memiliki satelit khusus yang dikontrol negara," imbuhnya.
Mahfudz mengatakan, dalam dunia kemanan sangat dimungkinkan sebuah negara menyadap negara lainnya. Namun hal itu tidak disadari oleh semua pihak khususnya Indonesia. Bahkan bukan tidak mungkin komunikasi Presiden SBY tidak hanya disadap oleh intelejen Inggris saja.
"Ini warning penting. Saya mengusulkan pemerintah Indonesia segera mengadakan satelit khusus untuk sektor pertahanan-keamanan dan khususnya sistem komunikasi lembaga-lembaga tinggi negara," tandasnya.(inilah.com)
