4newstimes.com - Politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tidak mengenal Sengman Tjahja, pengusaha yang disebut-sebut utusan Presiden SBY dalam persidangan kasus impor daging sapi.
"Nggak tahu aku siapa Sengman. Nggak ada lah itu, nggak jelas," kata dia saat dikonfirmasi Jumat (30/8) malam.
Ruhut memastikan tidak ada utusan SBY yang bernama Sengman, yang dalam persidangan terdakwa Ahmad Fathanah disebut saksi Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, menerima Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama.
"Kenapa aku bilang nggak ada, sidang daging sapi ini udah banyak orang-orang yang mau ditarik-tarik. Yang nggak-nggak ditarik-tarik," katanya.
Boleh saja, menurut Ruhut, koleganya di Demokrat Marzuki Alie mengaku kenal dengan Sengman sebagai pengusaha asal Palembang. Tapi, katanya, hal itu tidak lantas menjadi pembenar dirinya dan SBY kenal dan berteman dengan Sengman.
"Marzuki itu orang Sumsel, aku kan di Jakarta besar di Bandung. Ya mungkin dia kawannya Marzuki bukan kawan Pak SBY," ucap Ruhut.
Selain memastikan Sengman bukan utusan SBY, Ruhut juga menegaskan tak pernah ada sokongan pembiayaan yang diterima SBY dari Sengman pada saat awal-awal SBY terjun ke dunia politik.
"Nggak ada lah. Siapa yang gak kenal Pak SBY, dia kan presiden. Sebagai presiden kan dikenal banyak orang, tapi belum tentu teman. Bisa saja ada yang jual-jual Pak SBY biar dapat ini itu, kita kan nggak tahu," pungkas Ruhut.
Istana, Jangan Bohong Soal Sengman
Ekonom senior yang juga Menko Perekonomia era Gus Dur, DR Rizal Ramli, menyesalkan pengakuan Istana yang menyatakan tidak mengenal Sengman, pengusaha utusan Presiden SBY yang disebut dalam persidangan kasus impor daging sapi. Menurut dia, pernyataan tersebut tak lebih sebagai kebohongan Istana.
"Saya kaget Istana tidak kenal (Sangiman). Itu lucu. Bilang saja kenal tapi (SBY) tidak ada apa-apa dalam kasus tersebut," ujar Rizal Ramli kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/8) malam.
Rizal Ramli yang bersama SBY pernah menjadi tulang punggung kabinet Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, tahu banyak soal sosok Sengman. Menurut dia, Sengman merupakan pengusaha di bidang perhotelan dan properti asal Palembang, Sumatera Selatan. Sengman lah yang membiayai SBY di awal-awal masuk dunia politik.
"Saya prihatin kalau sekarang Istana mengaku tidak kenal Sengman. Kok tidak ingat budi orang," ucap Rizal Ramli.
Dikatakan Rizal Ramli, perkenalan SBY dengan Sengman sudah berlangsung cukup lama, terjalin sebelum SBY menjadi presiden. SBY mengenal Sengman saat menjalankan dinas militer sebagai Pangdam II Sriwijaya, dimana Sengman saat itu berbisnis lotre (perjudian).
"Saya kira sama keluarga Istana dia (Sengman) komunikasi. Akui saja dengan jujur, jangan berbohong," kata Rizal Ramli sembari menyebut sangat gampang membuktikan SBY berteman dengan Sengman, dimana bisa dilihat dari poto-poto dimana keduanya bersanding akrab.
Nama Sengman Tjahja jadi perbincangan setelah namanya muncul dalam persidangan kasus suap kuota impor daging sapi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/8). Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin menyatakan, ada orang dekat Presiden yang dikenalnya bernama Sengman, membawa uang Rp 40 miliar milik PT Indoguna Utama. Ridwan Hakim mengaku pernah ditanya penyidik KPK mengenai uang Rp 40 miliar dari PTIndoguna Utama.
"Kalau soal Rp 40 miliar itu dibawa sama Sengman. Sengman sendiri sudah saya jelaskan ke penyidik. Jadi kalau mau tahu Rp 40 miliar itu tanyakan saja ke Sengman," kata Ridwan saat bersaksi di persidangan terdakwa Ahmad Fathanah.
Keterangan Ridwan Hakim tersebut dibantah oleh Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Julian menegaskan, Sengman bukanlah utusan Presiden SBY, dan dia pun mengaku tak mengenal sosok Sengman.
"Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang," kata Julian di halaman Istana Negara Jakarta, kemarin.
Sumber: rmol
.jpg)