Headlines News :
Home » , » Perseteruan PDIP dan Gerindra Semakin Panas

Perseteruan PDIP dan Gerindra Semakin Panas

Written By 4News Times on Friday, 6 September 2013 | 01:27







4newstimes.com - Kontroversi larangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju dalam Pilpres 2014 oleh Partai Gerindra tampaknya semakin memanas.
DPP Gerindra melalui, Sekretaris Jendral Partai Gerindra Achmad Muzani menolak jika partainya dianggap mencampuri urusan internal PDI Perjuangan dalam menetapkan calon presiden (capres).
Menurut Muzani, Gerindra menghormati hak setiap partai politik mengusung capres.
“Gerindra tidak akan mencampuri atau mengintervensi parpol manapun dalam hal pencapresan,” kata Muzani, kemarin.
Muzani menyatakan, Gerindra tidak pernah berniat menghadang wacana pencalonan Jokowi sebagai capres dari PDI Perjuangan. Dia mengatakan, kalaupun ada pandangan agar Jokowi bertahan sebagai gubernur, hal itu semata-mata upaya Gerindra mengingatkan janji politik yang pernah diucapkan Jokowi.
“Kami hanya ingin mengingatkan Jokowi pernah janji kepada kami dan rakyat Jakarta untuk berkonsentrasi mengurus Jakarta sampai selesai masa jabatan,” ujarnya.
Ke depannya, kata Muzani, Gerindra akan terus mengingatkan amanat tersebut pada Jokowi. “Kami akan berusaha mengingatkan itu (ke Jokowi).”
Sebelumnya statement Gerindra telah membuat para petinggi PDI-P meradang dan PDI Perjuangan yang digadang-gadang mengusung Jokowi meminta politikus Gerindra tak mencampuri urusan politik internal parpol itu.
“Siapa pun yang akan dicalonkan sebenarnya keputusan PDI Perjuangan. Buat kami, ini hak prerogatif kami,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (3/9).
Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan itu menyatakan, Gerindra tidak perlu gerah bila PDI Perjuangan menetapkan Jokowi sebagai capres. Sebab, menurut Puan, sebagai kader PDI Perjuangan adalah kewajiban Jokowi untuk mematuhi keputusan partai.
Sementara itu, pengamat politik Hanta Yundha menilai, hasil-hasil survei belakangan pada akhirnya membuat Gerindra semakin waspada dengan sepak terjang Jokowi.
Pernyataan sejumlah elite politik Gerindra yang tidak menginginkan Jokowi maju sebagai capres adalah cerminan kewaspadaan tersebut. “Saya melihat Gerindra sudah semakin berhitung. Semakin waspada dengan elektabilitas Jokowi,” kata Hanta, kemarin.
Hanta menyatakan, majunya Jokowi bisa menjadi ancaman bagi kandidat capres lain, termasuk Prabowo. Pasalnya, berdasarkan hasil survei, elektabilitas Jokowi selalu berada di posisi teratas. “Sementara, kalau Jokowi tidak maju peluang terbesar ada pada Prabowo,” ujarnya.
Gerindra, menurut Hanta, harus mencari strategi baru menaikkan elektabilitas Prabowo. Hal ini karena menurut Hanta taktik dan strategi “mencampuri” pencapresan tidak akan berpengaruh positif bagi Prabowo.
Nasib pencalonan Jokowi, salah satunya akan ditentukan dari rapat kerja nasional (rakernas) yang akan digelar PDI Perjuangan dalam waktu dekat. Menurut Puan Maharani, jika dorongan dari internal menguat terhadap pencapresan Jokowi, pencapresan akan dibahas dalam rakernas.
Sumber: cahayareformasi
Share this post :
 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group