4newstimes.com Jakarta- Indonesia di ambang kehancuran moral jika memang Miss World benar digelar di Indonesia, Negeri yang merupakan mayoritas umat Islam terbesar di seluruh dunia ini akan menggelar kontes kecantikan dalam kata lain kontes mengumbar aurat. Hanya dengan dalih meningkatkan pariwisata dan disegari bangsa lain, rela mengorbankan berjuta-juta penduduk yang mayoritas muslim terbesar.
Indonesia yang dikenal sebagai barometer kaum muslimin terbesar di dunia, jika sampai kontes Miss World digelar secara tidak langsung memberikan kesan bahwa Islam ikut mendukung kontek yang berbau maksiat ini. Kontes yang didalamnya, wanita diperlakukan tidak manusiawi dan juga dihinakan secara langsung oleh tuan-tuan yang ada di barat.
Di dalam kontes Miss World ini memang para peserta dites mengenai kepandaian, perilaku, dan kecantikan, namun kontes ini di dalamnya ada maksiat maupun hal-hal yang negatif bagi bangsa timur, misalkan saja cara berpakaian dan sebagainya tentunya tidak sejalan dengan budaya lokal Indonesia. Budaya Indonesia yang mengajarkan para kaum wanita untuk sopan santun lemah lembut. Apalagi kalau masyarakat jawa yang masih tinggal di desa, mereka dari unggah-ungguh atau perilakunya ramah tamah dan sopan cara berpakaian.
Kita tengok lagi mereka para peserta Miss World mengumbar auratnya berjalan di atas panggung, lenggak lenggok memamerkan tubuhnya dan berpakaiannya pun tidak berpakaian pada umumnya di Indonesia. Tak hanya cara berpakaian yang salah dalam Miss World akan tetapi juga sangat merendahkan derajat wanita, yang hanya dilihat dari kecantikannya semata ditambah kecerdasan dan perilaku.
Peradaban Barat modern sarat dengan pemujaan materi. Ada empat hal yang dipuja dalam peradaban ini, yaitu: kekayaan, jabatan, kecantikan, dan popularitas. "Agama disingkirkan sebagai sumber nilai, digantikan dengan budaya dan spekulasi akal," kata ustad Adian Husaini dikutip dari An-najah.net.
Sedangkan orang yang tidak bertanggung jawab mengatakan ini merupakan seni profesional. Mereka tak melihat asas luhur bangsa Indonesia dan contoh wanita Indonesia yang gemilang yang tetap memegang budaya luhur bangsa seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan masih banyak lagi. Ini merupakan produk dari peradaban barat yang bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia, di dalam Miss World ini ada upaya titipan dari barat berupa paham sekulerisme maupun liberalisme, yang berupa menggerus bangsa Indonesia saat ini. Apa ini yang disebut menghargai kaum wanita?
Indonesia yang mempunyai budaya sopan santun dan tata krama tentunya tak perlu mendukung kontes kecantikan seperti ini. Kontes yang dijadwalkan pada 28 September 2013 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor ini akan membawa citra buruk di mata dunia, negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim justru menggelar acara ini.
Islam memperlakukan kaum wanita lebih terhormat, tak hanya masalah kecantikan, kepandaian, dan perilaku yang hanya mengejar materi belaka akan tetapi mencakup semua aspek baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Sepantasnya bagi kita untuk bersatu tolak ajang Miss World 2013 yang tidak sesuai dengan norma-norma dan agama kita.
Mari kita bersatu katakan tidak pada Miss World jangan sampai keluarga, tetangga dan masyarakat kita menjadi korban dari kemaksiatan kontes ratu kejelekan tersebut. [Anwar Efendi, Mahasiswa FKIP Universitas Sebelas Maret/Muslimdaily]
