4newstimes.com Jakarta - Kalangan pengusaha mulai resah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berpotensi meningkatkan beban usaha, khususnya perusahaan-perusahaan yang memiliki ketergantungan besar terhadap bahan baku impor. Diperkirakan realisasi kinerja hingga akhir tahun berpotensi lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Salah satu sektor industri yang sangat sensitif terhadap depresai asi nilai tukar rupiah adalah farmasi. Vidjongtius, Direktur PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), mengungkapkan depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang terjadi saat ini, akan berdampak pada keuangan perseroan dalam tiga bulan- empat bulan ke depan. (IFT)
.jpg)