4newstimes.com Jakarta - Sekretaris Jenderal KNKDM Suhartono TB menyampaikan, Pemerintah harus melihat bahwa kasus yang ada di Mesir dengan kacamata kemanusiaan, meskipun tidak harus terkesan mengintervensi urusan dalam negeri Mesir, “Mestinya pemerintah Indonesia terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Mesir, “ tegas pria alumnus Universitas Al Azhar Mesir jurusan Sejarah dan Peradaban Islam ini.
Bukti berikutnya, Suhartono menambahkan, saat di Indonesia terjadi masa Reformasi dan mengalami krisis moneter, sejumlah rakyat Mesir datang berbondong-bondong ke KBRI di Mesir, untuk memberikan bantuan pendidikan mahasiswa Indonesia belajar di Mesir, “Saat itu, ada salah seorang pemilik Toko kecil di At taba’ datang membantu, memberikan donasinya ke KBRI, untuk keberlangsungan biaya belajar mahasiswa Indonesia di Mesir,” kenangnya.
Tidak ketinggalan, ketika Gaza Palestina diserang Israel beberapa waktu lalu, rakyat Mesir tanpa di minta Pemerintahnya, langsung memberikan bantuan 4 bus berisi obat-obatan, makanan dan bahan bangunan untuk rakyat Gaza, “Ini menjadi cerminan, bahwa masyarakat Mesir bukan teroris, seperti yang gencar diberitakan media pemerintah kudeta sekarang ini, dan Indonesia mestinya lebih arif dan objektif dalam melihat akar sejarah masyarakat Mesir yang senang membantu kepada sesama,” ujarnya penuh harap.
Dalam kesempatan itu, Suhartono juga menyampaikan, Pimpinan KNKDM sudah melayangkan surat audiensi dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa untuk mendapatkan informasi apa yang didapat oleh pemerintah Indonesia dari tragedi kemanusiaan di Mesir saat ini, “Kami berharap pemerintah dapat informasi secara objektif, sehingga dapat membuat kebijakan yang terbaik untuk rakyat Mesir, bukan hanya sekadar ucapan keprihatinan saja,” pungkasnya. (Dakwatuna / 4 NT)

