4newstimes.com Berlin - Jerman menyatakan akan mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Mesir, negara yang saat ini diwarnai kekerasan. Bersama Prancis, Jerman juga mendesak Eropa untuk membahas tindakan pemusnahan berdarah yang dialami oleh para pendukung presiden Islamis yang digulingkan, Mohamed Mursi.
Kepala hubungan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton juga mendesak kelompok beranggotakan 28 negara itu untuk menyepakati "langkah-langkah sepantasnya" dalam menyikapi kekerasan di Mesir itu. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande telah mengangkat masalah tentang perlunya Uni Eropa memikirkan kembali hubungannya dengan pihak berwenang Mesir di saat 12 orang lainnya tewas dalam kekerasan berikutnya yang muncul hari Jumat.
Kedua pemimpin --setelah melakukan pembicaraan lewat telepon-- mendesak Uni Eropa untuk menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri luar negeri pekan depan "untuk meninjau kembali kerja sama antara Uni Eropa dan Mesir, dan untuk menyatakan sikap bersama".
Hollande juga membahas masalah Mesir melalui telepon dengan Perdana Menteri Italia Enrico Letta. Ia dijadwalkan melakukan pembicaraan serupa pada hari Jumat dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Mesir telah dihujani kecaman dari dunia internasional setelah sekira 600 orang terbunuh dalam bentrokan hari Rabu, yaitu ketika polisi menghancurkan kemah-kemah unjuk rasa pendukung Mursi --menjadikan Rabu itu sebagai hari paling berdarah di Mesir dalam beberapa puluh tahun terakhir ini.
.jpg)