Sebab suasana jelang hari Raya Idul Fitri 1434 H membuat aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lalu lintas, serta terminal meningkat. Tindakan pencegahan dilakukan kepolisian sebagai upaya pelayanan prima kepada masyarakat.
“Melalui Operasi Ketupat Jaya 2013 ini diharapkan mengurangi angka kecelakaan lalulintas, dan meningkatnya keamanan. Meski demikian kepolisian menyadari beberapa kemungkinan keburukan masih dapat terjadi, semoga upaya-upaya yang dilakukan dapat mengeliminir tingkat kriminalitas. Dua pertiga kekuatan polisi dikerahkan dan gabungan dari unsur lainnya bisa mencapai 1000 orang yang mengamankan Depok,” tuturnya.
Idris menyatakan bahwa berbagai langkah yang dilakukan kepolisian di antaranya adalah menyiapkan 6.200 personil di jalur pantura.
Diharapkan petugas itu dapat meminimalisasi angka kecelakaan lalulintas, dan meningkatkan keamanan, serta dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Tak hanya itu, lanjutnya, polisi dituntut agar menjalankan tugas secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu dilakukan adalah melakukan deteksi dini terhadap gangguan kamtibmas, melakukan patroli, melakukan Pam Swakarsa, melakukan himbauan secara berkesinambungan, meminimalisir penggunaan sepeda motor untuk jarak tempuh jauh, melakukan pengecekan kendaraan, polisi menyiapkan pager betis, petugas dihimbau agar bertindak tegas, namun tetap etis dan humanis.
Pemberantasan penjualan petasan atau mercon, mencegah penimbunan sembako, waspada terorisme, waspada dan tanggap bencana alam.
Kapolresta Depok, Kombes Achmad Kartiko menyatakan mulai hari ini atau H-7 lebaran, tujuh posko pengaman lebaran telah difungsikan. Posko itu di antaranya di Simpangan Depok, Jalan Juanda, Jalan Raya Parung, dan Jalan Raya Cinere.
“Untuk posko terpadu didirikan di Terminal Depok. Karena posko itu juga digunakan untuk tes kesehatan para sopir,” tuturnya. (Depok News)