Headlines News :
Home » , , » Misteri Perdebatan Kursi Deputi BNN

Misteri Perdebatan Kursi Deputi BNN

Written By 4News Times on Sunday, 21 July 2013 | 08:44




4newstimes.com - Cerita itu berawal dari keengganan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Benny Mamoto meninggalkan jabatannya meskipun ia sudah pensiun sejak 30 Juni 2013. Meskipun sudah pensiun, Benny memilih bertahan di BNN karena sejumlah alasan.
Sumber INILAH.COM, Minggu (22/7/2013), mengungkapkan sebenarnya Benny sudah pensiun per 30 Juni lalu berdasarkan Keppres No 13/Polri/2013 tertanggal 21 Maret 2013 dan penggantinya sudah dipersiapkan. “Sekitar sebulan sebelum Keppres itu keluar, Kepala BNN Anang Iskandar menghadap Kapolri Jend. Timur Pradopo, menyampaikan bahwa Benny akan pensiun per 30 Juni,” ungkap sumber itu.
Saat itu, kata sumber tadi, Anang menyodorkan usulan nama pengganti Benny supaya bisa segera disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena presidenlah yang berwenang menetapkan penggantinya.
“Anang ketika itu menyodorkan nama Arman Depari untuk menggantikan Benny dan ternyata Kapolri juga sepakat dengan nama Arman,” tutur sumber itu.
Namun demikian, persoalan siapa yang akan menduduki jabatan deputi di BNN itu ternyata tidak selesai sampai di sana. Sebab, manuver-manuver masih terjadi di BNN dan ada upaya untuk menggagalkan Arman.
“Belakangan, sekitar sebulan setelah Anang menyodorkan nama Arman ke Kapolri, Anang kembali lagi menghadap Kapolri dan membatalkan pencalonan Arman. Anang menyampaikan kepada Kapolri agar jangan Arman yang dipilih.”
Selidik punya selidik, kata sumber itu lagi, ternyata pembatalan itu didasarkan pada selentingan bahwa Arman bukan pejabat yang bersih. “Belakangan, Arman mencari tahu mengapa pencalonannya dibatalkan. Ternyata, ada yang membisiki Anang bahwa Arman tidak clean karena merupakan bagian dari sindikat narkoba,” jelas sumber.
Arman tentu saja kaget dibilang tidak clean. Sebab, sudah menjadi rahasia umum di Mabes Polri, bahwa Arman justru yang pernah ditawari uang oleh seorang pejabat tinggi BNN. “Jadi, yang sebetulnya terjadi adalah sebaliknya, justru pejabat BNN itu yang pernah menawari Arman uang. Dan, ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan pejabat tinggi tertentu di Mabes Polri.” 
Sumber : Inilah.com
Share this post :
 
Support : Creating Website | NT Media | Mas Template
Copyright © 2011. 4Newstimes.com - All Rights Reserved
Published by kontak kami
powered by 4News Times Group