4newstimes.com - Lulung yang mnerupakan tokoh yang besar di Tanah Abang ini mengaku merasa tersinggung dengan ucapan Basuki tersebut. Ia pun membalas dan mengatakan, Ahok perlu diperiksa kejiwaannya. "Ahok itu perlu diperiksa kejiwaannya," kata Lulung di DPRD DKI, Kamis (25/z/2013).
Ditegaskannya, jika ada oknum DPRD DKI yang bermain di Tanahabang, maka Ahok harus menjelaskan siapa orangnya. "Wagub jangan celengean (sembarangan), dia lambang negara, pejabat, saya sudah bilang ke pak Jokowi tolong Wagub ditegur,” ujarnya.
Dikatakan Lulung, saat reses DPRD, ia turun langsung ke Tanahabang dan bertemu PKL. Saat bertemu PKL, para PKL mengakui melanggar Perda. "Mereka sadar melanggar Perda. Saya bilang kita harus sejalan, mereka harus mau ditata, ditertibkan. Mereka setuju, cuma aspirasi mereka tidak mau di Blok G," ungkapnya.
Diakuinya, banyak orang yang menilai dirinya sebagai preman Tanahabang, tapi tak sekalipun ia menarik uang dari pedagang. "Saya ini orang lama di Tanah Abang, tapi coba tanya, apa pernah Haji Lulung memeras, apa pernah Haji Lulung masuk penjara ? Kalau mau disebut preman ya nggak apa-apa," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok, sapaan Basuki mengatakan, tidak akan sungkan memecat PNS Pemprov DKI yang melindungi PKL dan preman di Pasar Tanah Abang. Namun jika anggota DPRD DKI ikut membekingi preman, dia menyerahkannya kepada warga Jakarta.(Ym)
.jpg)