4newstimes.com - Galaxy S4 ketahuan 'diakali' agar mampu mendapatkan skor tinggi dalam sejumlah tes benchmark. Apa tanggapan Samsung?
Setelah melakukan beberapa pengujian, situs Anandtech menyadari bahwa Samsung mengakali Galaxy S4 untuk dapat menjalankan GPU pada frekuensi lebih tinggi hingga 533MHz di beberapa tesbenchmark, sementara penggunaan gamehanya menghasilkan frekuensi lebih rendah, 480MHz.
Dalam artian, Anandtech beranggapan bahwa Samsung mengakali kemampuan GPU di Galaxy S4 hingga mencapai 11,04% lebih tinggi untuk membuat Galaxy S4 semakin unggul dalam tes benchmark. Tesbenchmark adalah indikator seberapa hebat kemampuan komponen dari perangkat.
Kemungkinan ini didapat dengan angka frekuensi akurat berkat built-in command yang tersedia untuk siapapun yang dapat login sebagai administrator (root) di Android.
Peninjauan lebih lanjut menemukan bahwa aplikasi TwDVFSApp.apk adalah yang bertanggung jawab mengubah clocking GPU di Galaxy S4, dan juga ditemukan berbagai nama tesbenchmark.
Ini adalah indikasi bahwa sejumlah tes benchmarkitu memang mendapat 'perlakuan khusus' dari GPU Galaxy S4.
Setelah diluncurkan, aplikasi TwDVFSApp.apk akan mengatur frekuensi GPU ke frekuensi yang lebih tinggi untuk mendapatkan skor benchmarklebih besar. Istilah over-clock prosesor ini sebenarnya adalah hal umum bagi yang sering mengotak-atik CPU komputer.
Berikut tanggapan resmi Samsung terkait isu ini:
"Dalam kondisi normal, Galaxy S4 telah dirancang untuk memungkinkan frekuensi GPU maksimum 533MHz. Namun, frekuensi GPU maksimum itu diturunkan menjadi 480MHz untuk beberapa aplikasi game yang mungkin dapat menyebabkan overload (pada sistem) ketika digunakan untuk jangka waktu lama dalam modus layar penuh."
"Frekuensi GPU maksimum 533MHz ini (tetap) berlaku ketika menjalankan aplikasi yang biasa digunakan dalam modus layar penuh, seperti S Browser, galeri, kamera, video player, dan sejumlah aplikasi tes benchmark tertentu yang juga menuntut performa yang substansial."
"Frekuensi GPU maksimum untuk GALAXY S4 bervariasi demi memberikan pengalaman pengguna yang optimal bagi pelanggan, dan tidak dimaksudkan untuk meningkatkan hasil (skor) benchmark tertentu. Samsung Electronics berkomitmen menyediakan pelanggan kami dengan pengalaman pengguna sebaik mungkin."
Melihat tanggapan tersebut, sepertinya Samsung mengurangi frekuensi untuk aplikasi non-benchmark seperti game, karena mereka tidak tahu berapa lama game tersebut akan dimainkan pengguna, ini mungkin dilakukan demi mencegah overload pada sistem.
Sementara itu, tes benchmark umumnya hanya dijalankan selama beberapa menit.
Samsung bisa memanfaatkan kemampuan GPU tertinggi dari Galaxy S4 demi mengakomodasi tes tersebut, terlepas dari apakah mereka sengaja bermaksud ingin mendapatkan skorbenchmark yang lebih besar yang menandakan keunggulan produknya, atau memang sebaliknya seperti pernyataan resminya diatas.
Apapun yang sebenarnya terjadi, setidaknya optimasi 'tersembunyi' dari GPU Galaxy S4 ini tidak akan berpengaruh apapun bagi pengguna awam. (Inilah)
.jpg)